Lokasi Muktamar NU ke-35 Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan Risiko Jadwal Mundur

AKURAT.CO Belum ditetapkannya lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai memunculkan perhatian dari sejumlah tokoh pesantren. Di tengah waktu pelaksanaan yang semakin dekat, kepastian tempat dinilai penting agar persiapan agenda tertinggi organisasi itu dapat berjalan optimal.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menilai lambatnya penetapan lokasi berpotensi berdampak pada kesiapan teknis dan pelaksanaan muktamar.
Menurutnya, secara organisasi, penetapan lokasi semestinya dapat diselesaikan melalui mekanisme rapat internal PBNU. Namun hingga kini keputusan final belum juga diumumkan.
“Dalam Munas-Konbes NU 2026 juga tidak ada titik temu. Bahkan terjadi dinamika seperti yang kita ketahui bersama. Akhirnya, dikembalikan ke PBNU lagi. Ini kan aneh,” ujar Gus Salam di Jombang, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: KH Said Aqil Restui Gus Hery Maju Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35
Ia mengingatkan bahwa Muktamar NU ke-35 sebelumnya telah dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 sehingga memerlukan waktu persiapan yang cukup, baik dari sisi teknis, logistik, maupun konsolidasi organisasi.
Gus Salam berharap PBNU segera mengambil keputusan melalui mekanisme musyawarah agar agenda besar tersebut tidak mengalami pergeseran waktu.
“Waktu sudah disepakati pada 1 sampai 5 Agustus 2026. Tapi tempatnya belum. Padahal muktamar ini gawe cukup besar sehingga butuh persiapan matang. Kami berharap PBNU secara mufakat menetapkan muktamar. Kami juga berharap PBNU mendengar rekomendasi masyayikh agar muktamar ditempatkan di pesantren,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya aspirasi dari berbagai daerah yang disebut siap menjadi tuan rumah pelaksanaan muktamar. Karena itu, menurutnya, seluruh usulan perlu dihormati, namun keputusan akhir tetap harus ditempuh melalui prosedur organisasi yang sah.
Menurut Gus Salam, kepastian lokasi bukan hanya menyangkut aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga penting untuk menjaga kondusivitas organisasi dan memastikan proses regenerasi kepemimpinan di tubuh NU berjalan tertib serta tetap memperkuat ukhuwah nahdliyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar




