Mulai Memanas! Gus Yahya Persilakan Cak Imin Maju Jadi Calon Ketua Umum PBNU

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memastikan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Di saat yang sama, ia mempersilakan siapa pun, termasuk Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, untuk ikut berkontestasi sesuai ketentuan organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026), saat menanggapi dinamika menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang.
Baca Juga: Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU
Gus Yahya mengatakan keputusannya kembali mencalonkan diri didorong keinginan untuk menuntaskan berbagai agenda strategis yang telah dirintis selama masa kepemimpinannya.
"Saya mencalonkan diri lagi karena ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih memahami bagaimana menyempurnakan berbagai capaian agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Menurut Gus Yahya, satu periode kepemimpinan belum cukup untuk memastikan transformasi organisasi berjalan secara optimal. Pengalaman memimpin PBNU selama lima tahun terakhir, kata dia, menjadi bekal untuk menyempurnakan berbagai program yang telah dijalankan.
Menanggapi munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Yahya menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada figur alternatif yang secara resmi memperoleh dukungan luas dari jajaran pengurus wilayah maupun cabang.
Meski demikian, Gus Yahya menegaskan kontestasi kepemimpinan PBNU terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan organisasi.
Ia bahkan mempersilakan Cak Imin apabila ingin ikut mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, dengan catatan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak merangkap jabatan politik sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Lima Tahun NU Dipimpin Gus Yahya, Cak Imin: Tak Ada Perubahan
"Kalau Pak Muhaimin Iskandar ingin mundur dari jabatan Ketua Umum PKB lalu maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, itu juga wajar saja. Kita akan memproses semuanya secara dewasa dengan kematangan organisasi yang baik," kata Gus Yahya.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan membahas agenda strategis organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








