Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Rektor Nonaktif Universitas Pancasila: 2 Bulan Ini Saya Dihina

AKURAT.CO Rektor nonaktif Universitas Pancasila, Prof. Edie Toet Hendratno (ETH), mengaku, dirinya mendapatkan hinaan selama kurang lebih dua bulan lantaran dugaan pelecehan seksual terhadap pegawai kampus.
“Selama 2 bulan ini, saya mendapat hinaan, cercaan, tuduhan yang sangat tidak beretika dan itu tidak saya lakukan sama sekali," kata Edie saat konferensi pers di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Kamis (29/2/2024).
Menurutnya, hal ini telah menghancurkan nama baik, prestasi dan karirnya selama mengabdi di dunia pendidikan.
Lebih lanjut, ia mengaku telah mencari tahu terkait motif pelaporan itu, hanya saja dugaannya karena bertepatan dengan pemilihan rektor Universitas Pancasila.
“Saya menjadi sasaran utama kegiatan ini, yaitu pemilihan rektor. Pemilihan rektor bagi saya biasa saja. Karena apa? Di Universitas Pancasila saya sudah 13 tahun jadi rektor," tambahnya
Setelahnya, Eddie terus mencurahkan kesedihannya. Pasalnya, ia telah lama mengabdi di dunia pendidikan tetapi baru kali ini dijadikan korban dari pembunuhan berkarakter.
"Padahal seorang dosen seorang guru orang-orang yang betul menjaga etika dan budi. Saya sangat malu di depan semua orang," ungkapnya.
Diketahui, Prof Edie Toet Hendratno diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua pegawai kampus, RZ dan DF.
Dugaan pelecehan yang dialami RZ terjadi setahun lalu, yaitu pada Februari 2023. Sementara itu, dugaan pelecehan seksual terhadap DF terjadi sekitar Desember 2023.
Baca Juga: Rencana Pembentukan Kortas Tipikor Sudah di Tangan Presiden Jokowi
Karena itu, ETH langsung dilaporkan oleh dua korban tersebut ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Namun, laporan kepada Bareskrim diambil alih oleh Polda Metro Jaya karena pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







