Polda Jabar Bantah Isu DPO Pembunuh Vina Cirebon Anak Polisi

AKURAT.CO Polda Jabar menegaskan komitmennya dalam menuntaskan kasus Vina, warga Cirebon, yang menjadi korban pembunuhan dan rudapaksa oleh geng motor pada Agustus 2016 lalu.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya telah berhasil menyelesaikan penyidikan hingga bergulir di pengadilan. Dari penyelidikan tersebut, pihaknya menetapkan 11 tersangka.
Namun, yang melalui proses pengadilan hanya delapan tersangka. Adapun tiga tersangka lainnya masih dalam proses pencarian alias DPO, yakni Andi, Dani, dan Egi alias Perong.
"Untuk tujuh orang tersangka yang telah dewasa dengan pembunuhan terencana dan kasus perlindungan anak yaitu divonis seumur hidup. Sedangkan terhadap satu tersangka lagi yang pada saat itu masih dibawah umur telah divonis 8 tahun," kata Jules kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/5/2024).
Polda Jabar sejauh ini telah berupaya mencari identitas asli dari tiga DPO tersebut. Sayangnya, delapan tersangka yang sudah diamankan enggan menunjukkan identitas asli dari ketiga DPO itu.
Meski begitu, pihak kepolisian masih berkomitmen untuk mencari keberadaan ketiga tersangka. Pasalnya, ketiga DPO itu masih sebatas inisial, belum bisa dipastikan apakah itu nama asli atau bukan.
"Kami baru menemukan inisial, atau kata, nama saudara Dani, saudara Andi, saudara Pegi alias Perong. Apakah itu nama asli, atau nama samaran, ini masih kami telusuri," tuturnya.
Meski begitu, dia membantah kabar yang beredar mengenai identitas ketiga DPO tersebut merupakan anak anggota kepolisian.
Baca Juga: Profil Yusuf Mahardika, Dipilih Jadi Tokoh Penting dalam Film Vina: Sebelum 7 Hari
"Jadi kami harap kalau ada berita-berita yang mengaitkan, mengatakan bahwa identitas yang bersangkutan sudah diketahui, sudah disembunyikan oleh pihak kepolisian, itu tidak benar," tegasnya.
Demi terungkapnya kasus ini, dirinya mengajak masyarakat untuk menginformasikan apabila mengetahui keberadaan ketiga DPO. Dia berjanji pihaknya akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya.
"Kami mohon doa seluruh warga masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk dapat mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





