Terima Audiensi Para Guru, KPK: Pendidikan Antikorupsi Harus Ditanamkan Sesuai Perkembangan Kognitif
Oktaviani | 22 Mei 2024, 20:45 WIB

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima audiensi dari Prodi PPKN Institusi Pendidikan Indonesia (IPI) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP se-Kabupaten Garut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/5/2024).
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Jaringan Pendidikan KPK, Bariroh Barir menjelaskan, pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak dini dan disesuaikan dengan perkembangan kognitif anak.
"Untuk jenjang SMP, kita perlu menyasar lewat karakternya, tanamkan nilai-nilai baik dalam tumbuh kembangnya. Sebab pendidikan antikorupsi tidak hanya sebatas mengajarkan pengetahuan tentang korupsi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai antikorupsi, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, kerja keras)," kata Barir.
Baca Juga: Putuskan Cerai, Wina Natalia dan Anji Kompak Buka Suara: Sudah Melewati Perdebatan dan Tangisan
Penanaman karakter ini tentunya harus dibarengi dengan pengenalan jenis-jenis korupsi serta dampak korupsi yang dapat merusak bangsa dan negara. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami bahaya korupsi dan tergerak untuk melawannya.
"Gunakan media yang menyenangkan dalam pembelajaran antikorupsi untuk meningkatkan semangat dan minat siswa. Contohnya melalui permainan, simulasi, atau kegiatan kreatif lainnya. Pengenalan korupsi juga bisa melalui media film atau buku bacaan sambil mengajak siswa berdiskusi," kata Barir.
Pendidikan antikorupsi, kata Barir, merupakan kunci penting dalam mencegah korupsi di masa depan. Dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, generasi muda diharapkan dapat membangun bangsa yang lebih bersih dan bermartabat.
Dirinya mengatakan, pendidikan antikorupsi mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, butuh keberlanjutan dan kerja sama semua pihak agar di masa depan budaya antikorupsi semakin kuat.
"Nah, di tingkat SMP, yang diharapkan itu yang penting mereka tahu dulu, kemudian mereka bisa, sampai akhirnya terbiasa dengan nilai antikorupsi yang diajarkan. Ingat, tidak ada koruptor yang tiba-tiba jadi koruptor. Semua dibiasakan dari kecil oleh orang tua, lingkungan, bahkan sekolah," ujarnya.
KPK telah mengembangkan berbagai modul pembelajaran antikorupsi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Modul-modul tersebut dikemas dengan menarik dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
KPK juga mendorong guru-guru untuk mengikuti pelatihan antikorupsi, sehingga mereka dapat menjadi fasilitator yang efektif dalam pendidikan antikorupsi.
"Mari biasakan memuji dan menghargai karakter siswa-siswa yang baik, bukan sekadar mereka yang berprestasi. Dengan begitu, siswa akan terus berperilaku baik dan merasa dihargai hingga tercipta budaya positif dan antikorupsi di sekolah," kata Barir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








