Sembilan Tahun Berlalu, Polisi Masih Cari Bukti Tersangka Tewasnya Akseyna
Dwana Muhfaqdilla | 27 Juni 2024, 17:03 WIB

AKURAT.CO Kasus mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori yang ditemukan tewas di Danau Kenanga, UI, masih belum terpecahkan. Padahal kasus ini telah berjalan selama sembilan tahun.
Kapolres Kota Depok, Kombes Arya Perdana, memastikan bahwa kasus ini terus berlanjut. Bahkan, penyidik terus berupaya mencari alat bukti untuk mencari sosok tersangka dalam kasus ini.
"Kita bukan mau membuka lagi, kasusnya masih terbuka dan tidak pernah ditutup dan kewajiban saya adalah mencari alat bukti semaksimal mungkin untuk melanjutkan kasus ini," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/6/2024).
Arya mengungkapkan, pengusutan kasus ini memang mengalami kesulitan. Pasalnya, terdapat jeda enam hari pihaknya baru bisa mengenali Akseyna setelah tenggelam.
"Ada waktu enam hari buat si pelaku kalau emang benar dibunuh untuk menghilangkan barang bukti, mengubah apa segala macam. Sehingga kehilangan enam hari, merupakan hal yang luar biasa bagi penyidik untuk menemukan serpihan-serpihan alat bukti itu," tukas Arya.
Sampai saat ini, sudah 38 saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Namun, tidak semua saksi benar-benar mengetahui kejadian tewasnya Akseyna.
"Ada 38 saksi tapi saksinya itu banyak yang tidak mendukung situasinya, misalnya ada yang bilang iya benar si Akseyna kos di sini, tapi tidak yang menyatakan kejadian itu," ujarnya.
Selain itu, dalam kasus ini penyidik kembali memeriksa beberapa barang bukti yang sudah diamankan. Salah satunya sepucuk surat dengan tulisan, "Will not return for eternity, please don't search for existence, my apologies for everything." Surat tersebut ditemukan teman Akseyna, di kamar kos korban.
“Ada tulisan tangan Akseyna, kita serahkan sama ahli grafologi, sama ahli tanda tangan. Misalnya seperti apa,” tuturnya.
Diketahui, Akseyna merupakan mahasiswa S1 angkatan 2013 jurusan Biologi pada FMIPA UI. Dia ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada 26 Maret 2015.
Awal ditemukan, Akseyna mengenakan baju hitam berlengan panjang dan tas cokelat. Di dalam tasnya tersebut terdapat lima batu konblok.
Pada penelusuran awal, Akseyna diduga bunuh diri lantaran depresi, hal ini berdasarkan keterangan 15 saksi yang diperkuat dengan penemuan kondisi jasad dan sepucuk surat di kos-an Akseyna dengan tulisan "Will not return for eternity, please don't search for existence, my apologies for everything."
Setelah ditelusuri lebih dalam, dugaan awal tersebut terbantahkan setelah Polres Depok menggandeng Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri untuk ikut membantu mengusut kasus ini. Akseyna dipastikan tewas lantaran dibunuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







