Akurat
Pemprov Sumsel

Polisi Pastikan Alasan Remaja Tusuk Ayah dan Nenek Bukan Karena Dipaksa Belajar

Rizky Dewantara | 3 Desember 2024, 22:22 WIB
Polisi Pastikan Alasan Remaja Tusuk Ayah dan Nenek Bukan Karena Dipaksa Belajar

AKURAT.CO Polisi mengatakan, alasan anak berinisial MAS (14) yang menusuk ayah (APW) dan neneknya (RM) hingga tewas bukan karena dipaksa belajar, seperti yang beredar di masyarakat.

"Dia bilang 'ini bukan paksaan'. Jadi, walaupun dia memang disuruh untuk belajar, tapi dia mengerjakan dengan senang hati," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, dikutip Antara, Selasa (3/12/2024).

Nurma memastikan, pengakuan MAS disampaikan dalam kondisi yang sudah stabil dan kembali ceria. Menurut pengakuannya, belajar sudah menjadi kebiasaan yang ditanamkan oleh orang tuanya.

Baca Juga: Kementerian PPPA Koordinasi dengan Polisi Tangani Kasus Remaja Tusuk Ayah dan Nenek

Karena itu, MAS tidak merasa ataupun mendapatkan tekanan saat belajar melainkan hanya ingin menambah pengetahuan. "Memang disuruh dari bapak dan ibunya. Tapi dia tidak merasa ditekan, karena dia bilang, kalau saya belajar saya pintar," ujarnya.

Selain meminta keterangan, pihaknya juga telah mengecek ponsel MAS yang menjadi barang bukti, dan tak ditemukan hal janggal di dalamnya. "Jadi, tidak ada yang janggal di mata penyidik. Jadi, benar anak ini belajar, banyak pelajaran-pelajaran yang dibukanya setiap hari," jelasnya.

Kemudian, MAS juga terus mempertanyakan keadaan ayah, ibu maupun neneknya. Penyidik secara pelan-pelan menyampaikan dan pelaku sudah menerima.

MAS mengatakan akan terus berdoa demi kesembuhan ibunya dan melalui polisi dirinya menitipkan permohonan maaf kepada sang ibu.

"Yang jelas, nanti kita akan menjenguk ibu dari anak yang berkonflik dengan hukum dan akan disampaikan permohonan maaf dari anak yang berkonflik dengan hukum," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.