BSK Hukum Dorong Kebijakan Berbasis Bukti untuk Solusi Tepat Guna dan Inklusif

AKURAT.CO Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK) Kementerian Hukum mengadakan program Advokasi Kebijakan dengan tujuan mendorong terciptanya kebijakan yang inklusif, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Program ini bertujuan untuk menghadirkan perubahan positif di berbagai sektor dengan pendekatan yang terukur, kolaboratif, dan partisipatif.
Kepala BSK, Andry Indrady, menegaskan pentingnya kebijakan berbasis data yang valid untuk menjawab tantangan di lapangan.
“Kami percaya bahwa kebijakan yang efektif harus berlandaskan bukti. Melalui advokasi ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan Kementerian Hukum relevan dengan fakta di lapangan. BSK harus kritis, bahkan jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi pimpinan,” ungkap Andry.
Baca Juga: Reservoir Komunal PAM JAYA Solusi Tingkatkan Distribusi Air Bersih di Jakarta
Ia juga menekankan bahwa BSK hadir untuk menjembatani kepentingan berbagai pemangku kepentingan melalui pencarian data yang akurat, konsultasi yang komprehensif, dan advokasi yang solutif.
“Harapannya, kegiatan advokasi ini dapat menemukan kesepahaman di antara seluruh pemangku kepentingan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat guna dan tepat sasaran,” lanjutnya.
Dengan pendekatan berbasis bukti, Andry menjelaskan, resistensi terhadap kebijakan dapat diminimalkan.
Data yang lengkap dan relevan akan mengurangi kesalahpahaman serta memastikan kebijakan yang disusun dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Berlandaskan data yang kuat, kita bisa mengurangi miskonsepsi terhadap kebijakan yang didorong oleh Kementerian Hukum. Ini juga menjadi upaya memastikan kebijakan lebih inklusif dan transparan,” jelas Andry.
Dalam acara ini, hadir dua narasumber yang memberikan penguatan analisis kebijakan, yakni Widhi Novianto, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara, dan Muhamad Imam Alfie Syarien, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.
Baca Juga: Bertemu Presiden Prabowo, Sheikh Al-Azhar Sepakat Desak Penghentian Serangan dan Genosida di Gaza
Sebagai salah satu unit utama di bawah Kementerian Hukum, BSK memiliki tugas merumuskan, menyusun, dan memberikan rekomendasi strategi kebijakan hukum.
Dengan advokasi kebijakan ini, BSK diharapkan menjadi ujung tombak dalam menyusun kebijakan yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







