KPK Tangkap Buronan Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tannos di Singapura
Oktaviani | 24 Januari 2025, 10:04 WIB

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Paulus Tannos.
Pria yang disebut sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra itu ditangkap di Singapura.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/1/2025), membenarkan adanya penangkapan terhadap Paulus Tannos.
Saat ini, Paulus Tannos sedang ditahan oleh otoritas Singapura.
"KPK saat ini telah berkoordinasi dengan Polri, Kejagung dan Kementerian Hukum. Sekaligus melengkapi persyaratan yang diperlukan, guna dapat mengekstradisi yang bersangkutan ke Indonesia, untuk secepatnya dibawa ke persidangan," jelas Fitroh.
Paulus Tannos telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP sejak 2019.
Namun sosok Paulus Tannos masih belum jelas keberadaannya.
Ia pun menjadi buronan (DPO) KPK sejak 19 Oktober 2021.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








