Diperiksa KPK, Eks Dirjen Binapenta Kemnaker Dicecar 8 Pertanyaan Terkait Kasus Suap Izin TKA

AKURAT.CO Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) periode 2020-2023, Suhartono, telah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi pemerasan tenaga kerja asing (TKA).
"Biasa pemeriksaan, sudah ada komunikasi, sudah selesai," kata Suhartono kepada wartawan di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Dalam pemeriksaan tersebut, Suhartono dicecar 8 pertanyaan oleh tim penyidik. Dirinya mengakui jika pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan temuan-temuan tim KPK, usai melakukan penggeledahan di beberapa tempat, termasuk kantor Kemnaker.
Soal dugaan pemerasan yang disebut KPK sudah berlangsung sejak 2019, dan hasil perhitungan sementara uang yang dikumpulkan hasil tindak pidanaa sekitar Rp53 miliar, Suhartono mengaku tidak tahu.
Baca Juga: KPK Usut Aliran Uang Haram dari Kasus Pemerasan Izin TKA di Kemenaker
"Waduh saya enggak tau persisnya. Coba tanyakan pada KPK. Ini kan proses," kata dia.
Saat berondong pertanyaan awak media soal uang hasil perbuatan rasuah itu dibagikan ke seluruh pegawai Binapenta, Suhartono lagi-lagi mengaku tak tahu.
"Wah itu kan teknis. Saya kan ada beberapa direktorat. Saya enggak tahu, kalau saya mengawasin yang seperti itu kan terlalu berat," kata dia.
Dia juga enggan menjelaskan lebih lanjut, mengenai status hukumnya dalam kasus dugaan pemerasan yang membuatnya diperiksa pada hari ini. "Tanyakan sama teman-teman KPK aja," ucapnya.
KPK tengah mengusut kasus dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Diduga ada sejumlah pejabat di sana, yang melakukan pemerasan terhadap para calon tenaga kerja asing.
KPK telah menjerat 8 orang sebagai tersangka dalam pengusutan perkara itu, namun belum mengungkap identitasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







