KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Fokus pada Pengadaan Lahan

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Whoosh.
Fokus penyelidikan kini mengarah pada proses pengadaan lahan, setelah lembaga antirasuah itu kembali memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
“Terkait kereta cepat, perkaranya masih di tahap penyelidikan. Tim terus melakukan pendalaman dan permintaan keterangan kepada berbagai pihak terkait peristiwa pidananya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Menurut Budi, proses pengadaan lahan menjadi salah satu aspek yang ditelusuri secara khusus.
Penyidik ingin memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan.
Dari informasi yang dihimpun, KPK telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) pada pekan lalu.
Meski demikian, Budi belum dapat mengungkapkan detail perkembangan penyelidikan karena sifatnya tertutup.
Baca Juga: Deg-degan Duduk di Samping Presiden: Kisah Dua Siswa SMPN 4 Bekasi yang Bikin Haru
“Yang sudah dimintai keterangan cukup banyak, dan proses ini masih terus berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tim penyelidik tengah melakukan analisis serta mencocokkan berbagai informasi yang masuk untuk memperkuat dugaan awal dan menyusun konstruksi perkara.
Sebelumnya, KPK telah membuka penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat sejak awal tahun.
Proyek kerja sama Indonesia–Tiongkok ini menghubungkan Jakarta dan Bandung sepanjang 142,3 kilometer dengan waktu tempuh 30–45 menit.
Whoosh mulai beroperasi sejak Oktober 2023 usai diresmikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Adapun nilai awal proyek ditaksir 5,13 miliar dolar AS atau sekitar Rp82,08 triliun.
Namun, biaya tersebut kemudian membengkak sekitar 1,2 miliar dolar AS hingga mencapai 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp115 triliun dengan asumsi kurs Rp16 ribu per dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









