Sidang Awal Gugatan PT Sumber Utama Fiber Indonesia Digelar di PN Jakpus

AKURAT.CO Sidang perdana gugatan perdata wanprestasi terhadap Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesiadigelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).
Perkara yang teregister dengan Nomor 846/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst ini diajukan oleh PT Sumber Utama Fiber Indonesia terkait sengketa pembayaran pekerjaan pemeliharaan dan perawatan layanan sewa jaringan dan sewa rak server pada Sistem Tata Kelola Pengendalian Penyelenggaraan Sistem Elektronik (TKPPSE) untuk periode Maret–Desember 2024.
Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ni Kadek Susantiani, dengan agenda pemeriksaan identitas dan legalitas para pihak.
PT Sumber Utama Fiber Indonesia menggugat sisa tagihan sebesar Rp57.281.790.493 dari total nilai pekerjaan Rp78.381.134.283. Dari jumlah tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital disebut baru melakukan pembayaran sebesar Rp21.099.343.790.
Pekerjaan pemeliharaan dan perawatan (operation & maintenance) TKPPSE ini disebut turut mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pemberantasan praktik perjudian online.
Baca Juga: Dukung Mobilitas Nataru, Pelni Sediakan 639 Ribu Tiket dan Diskon 20 Persen
Kuasa Hukum Penggugat, Dr. Muhammad Rullyandi, SH., MH, dari Kantor Hukum Dr. Muhammad Rullyandi Pengacara dan Konsultan Hukum, menyatakan, seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai kontrak, namun kewajiban pembayaran oleh pihak kementerian belum dilunasi.
“Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengabaikan penyelesaian kewajiban hukum atas sisa pembayaran kepada klien kami, yang justru telah memberikan kontribusi langsung mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden,” ujar Rullyandi.
Dengan tidak terselesaikannya sisa tagihan tersebut, pihak penggugat mengajukan gugatan resmi ke PN Jakarta Pusat.
Majelis hakim telah menjadwalkan proses mediasi yang akan berlangsung selama 30 hari mulai pekan depan, dipimpin oleh hakim mediator yang ditunjuk oleh pengadilan.
PT Sumber Utama Fiber Indonesia melalui kuasa hukumnya menegaskan masih membuka ruang penyelesaian melalui jalur mediasi.
“Kami tetap mengupayakan adanya kesepakatan penyelesaian pembayaran melalui mediasi. Harapannya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dapat menyelesaikan kewajibannya secara tuntas,” kata Rullyandi.
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana Sumatera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







