4 Orang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Pengisian Jabatan, Ada Bupati Pati Sudewo

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pati. Dari ke empat tersangka, salah satunya adalah Bupati Pati, Sudewo (SDW).
"Ada 4 tersangka. Bupati dan kawan-kawan," kata seorang sumber di internal KPK, Selasa (20/1/2026).
Diketahui, tim KPK telah membawa delapan orang dari Kabupaten Pati ke Jakarta usai melakukan OTT pada Senin (19/1/2026). Dari delapan orang yang digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, salah satunya adalah Bupati Pati, Sudewo (SDW).
Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Pati Sudewo Pernah Terseret Kasus Korupsi DJKA Kemenhub
"Yang dibawa ada delapan orang," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui pesan singkat, Selasa (20/1/2026).
Namun demikian, dia belum merinci identitas pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut, selain Sudewo.
Budi menyampaikan, dugaan tindak pidana korupsi yang tengah didalami berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Menurutnya, terdapat indikasi praktik jual beli jabatan.
Baca Juga: Bupati Pati Sadewo Tiba di KPK Usai Terjaring OTT Korupsi Pengisian Jabatan
Pantauan di lokasi, rombongan yang membawa Sudewo telah tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.36 WIB. Sudewo tampak mengenakan jaket hitam dan membawa dompet kecil di tangannya.
Saat turun dari kendaraan, Sudewo memilih berjalan cepat untuk menghindari awak media. Dia tampak dikawal petugas hingga memasuki gedung KPK.
Hingga saat ini, KPK belum menetapkan status hukum terhadap para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan apakah para pihak akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








