Komisi III DPR Duga Ada Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Penganiayaan Bocah di Sukabumi

AKURAT.CO Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus penganiayaan terhadap seorang bocah di Sukabumi, yang berujung pada kematian korban bernama Nizam Safei, oleh ibu tirinya.
RDPU ini mengundang ibu kandung Nizam, Lisnawati didampingi kuasa hukumnya. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman.
Hadir pula Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK), untuk memaparkan kronologi kejadian tewasnya Nizam.
Baca Juga: Komisi III Pantau Kasus Dugaan Ibu Tiri Siksa Anak hingga Tewas di Sukabumi
Dalam pembukaannya, Habiburokhman menegaskan bahwa rapat tersebut bukan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan, melainkan untuk memastikan penanganan perkara sesuai aturan.
"Rekan-rekan, rapat hari ini kita laksanakan bukan untuk mengintervensi jalannya penyidikan, tetapi untuk memastikan agar pengusutan kasus wafatnya Nizam Safei benar-benar sesuai dengan hukum yang berlaku berdasarkan fakta-fakta yang ada, sehingga almarhum bisa benar-benar mendapatkan keadilan," jelasnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Dalam forum itu, dia mempertanyakan durasi kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia. "Sudah berapa lama kekerasan dan penyiksaan yang dialami oleh almarhum sebelum akhirnya meninggal dunia?" tanya Habiburokhman.
Dia juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan pihak lain selain ibu tiri korban. "Lalu publik juga curiga bahwa pelaku bukan hanya ibu tiri almarhum saja, melainkan ada orang lain yang juga terlibat; apakah dalam kapasitas membantu tindak pidana, bersama-sama melakukan tindak pidana, atau membiarkan terjadinya tindak pidana," tambahnya.
Habiburokhman mengungkapkan bahwa Komisi III menerima rekaman video yang memperlihatkan kondisi korban sebelum meninggal dunia. Dalam video tersebut, ada indikasi kuat penyiksaan, penelantaran, dan pengabaian terhadap almarhum.
Baca Juga: Anak yang Disiksa Ibu Tiri di Cilincing Jalani Operasi Kepala, Pelaku Ditetapkan Jadi Tersangka
"Patut dipertanyakan mengapa orang-orang di sekitarnya diam saat almarhum dalam keadaan sakit parah, digeletakkan di lantai beralas tipis," ucapnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan dari ibu kandung almarhum Nizam, serta paparan dari Kapolres Sukabumi.
Sebagai informasi, kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan remaja berinisial NS (12) atau Nizam Safei di Sukabumi menjadi sorotan publik setelah informasi kematiannya mencuat dan memicu perhatian luas di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






