Waspada Penipuan Hadiah dari Luar Negeri, Modus Lama yang Masih Banyak Memakan Korban

AKURAT.CO Di tengah kemudahan komunikasi digital, tawaran hadiah dari luar negeri kerap terdengar menggiurkan.
Tidak sedikit orang tiba-tiba menerima pesan yang menyatakan dirinya memenangkan undian internasional, mendapatkan kiriman hadiah mewah, atau memperoleh paket berisi uang dari seseorang yang baru dikenal di internet.
Namun di balik kabar yang tampak menggembirakan itu, sering tersembunyi modus penipuan yang telah memakan banyak korban.
Penipuan berkedok hadiah dari luar negeri biasanya memanfaatkan rasa penasaran dan harapan korban untuk memperoleh sesuatu secara cuma-cuma.
Dalam banyak kasus, korban baru menyadari telah tertipu setelah diminta mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan. Padahal, hadiah yang dijanjikan sebenarnya tidak pernah ada.
Berawal dari Media Sosial
Modus ini umumnya dimulai dari interaksi di media sosial atau aplikasi percakapan.
Pelaku menggunakan identitas yang terlihat meyakinkan, seperti mengaku sebagai warga negara asing, pebisnis sukses, atau pekerja di perusahaan internasional.
Percakapan awal biasanya berlangsung santai. Pelaku berusaha membangun kedekatan dengan korban selama beberapa hari atau bahkan minggu.
Setelah hubungan dirasa cukup akrab, pelaku mulai memperkenalkan cerita tentang hadiah atau paket yang akan dikirim.
Dalam beberapa kasus, pelaku mengaku ingin mengirim hadiah sebagai tanda persahabatan.
Ada pula yang menyebut paket tersebut berisi barang berharga seperti perhiasan, uang tunai, gadget mahal, atau barang mewah lainnya.
Baca Juga: KPK Telusuri Keterlibatan Forwarder Lain dalam Dugaan Suap Oknum Bea Cukai
Korban Diberi Bukti Pengiriman
Setelah itu, pelaku biasanya mengirimkan bukti pengiriman berupa resi paket internasional yang tampak seperti dokumen resmi perusahaan ekspedisi.
Korban kemudian diberitahu bahwa paket tersebut sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.
Beberapa hari kemudian, pelaku kembali menghubungi korban dengan kabar bahwa paket telah tiba di Indonesia, tetapi tertahan di bandara atau kantor bea cukai.
Pada tahap ini, korban diarahkan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku sebagai petugas pengiriman atau petugas bea cukai.
Diminta Membayar Berbagai Biaya
Orang yang mengaku sebagai petugas tersebut kemudian menjelaskan bahwa paket tidak dapat dikirim langsung karena mengandung barang bernilai tinggi.
Oleh karena itu, penerima diminta membayar sejumlah biaya terlebih dahulu.
Alasan yang digunakan beragam, mulai dari pajak impor, biaya clearance, biaya keamanan, hingga biaya administrasi pengiriman internasional.
Nominal yang diminta sering kali cukup besar, bahkan bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Korban biasanya diminta mentransfer uang ke rekening tertentu dengan alasan agar paket segera diproses.
Permintaan Uang Berulang
Jika korban sudah mentransfer uang, pelaku biasanya tidak langsung menghilang. Mereka akan kembali menghubungi korban dengan alasan tambahan, seperti biaya asuransi, dokumen internasional, atau biaya administrasi lainnya.
Akibatnya, korban dapat diminta mentransfer uang berkali-kali karena berharap paket yang dijanjikan benar-benar ada.
Namun setelah sejumlah uang berhasil dikirim, pelaku biasanya memutus komunikasi. Nomor telepon tidak lagi aktif, akun media sosial menghilang, dan paket yang dijanjikan tidak pernah datang.
Ciri-ciri Penipuan Hadiah dari Luar Negeri
Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai agar tidak menjadi korban penipuan serupa:
Menerima kabar memenangkan hadiah atau mendapatkan paket dari luar negeri tanpa pernah mengikuti undian.
Hadiah yang ditawarkan bernilai tidak masuk akal, seperti uang dalam jumlah besar atau barang mewah.
Korban diminta mentransfer uang agar paket bisa dikirimkan.
Dokumen pengiriman sulit diverifikasi atau tidak bisa dilacak melalui sistem resmi perusahaan ekspedisi.
Pelaku memberikan tekanan waktu agar korban segera melakukan pembayaran.
Pentingnya Kewaspadaan
Penipuan hadiah dari luar negeri masih terus terjadi karena pelaku memanfaatkan psikologi korban. Janji hadiah besar sering membuat seseorang tergoda untuk mempercayai cerita yang disampaikan.
Baca Juga: Perumda Dharma Jaya Mulai Siapkan Pasokan Sapi untuk Idul Adha
Selain itu, pelaku kerap menggunakan identitas yang tampak meyakinkan serta dokumen yang menyerupai dokumen resmi sehingga korban merasa proses pengiriman benar-benar terjadi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran hadiah yang datang secara tiba-tiba. Jika menerima pesan mencurigakan terkait hadiah atau paket dari luar negeri, sebaiknya abaikan dan hentikan komunikasi.
Apabila seseorang sudah terlanjur menjadi korban, langkah penting yang dapat dilakukan adalah segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak bank dan aparat berwenang agar rekening pelaku dapat ditelusuri.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










