Akurat
Pemprov Sumsel

Disiram Air Keras oleh OTK, Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Luka Bakar 24 Persen

Okto Rizki Alpino | 13 Maret 2026, 21:40 WIB
Disiram Air Keras oleh OTK, Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Luka Bakar 24 Persen
Konferensi pers YLBHI soal kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, Jumat (13/3/2026). (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan sebanyak 22 dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di enam bidang spesialisasi diturunkan untuk menangani kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Tim medis tersebut terdiri dari dokter mata, dokter saraf, dokter THT, dokter kulit, dokter penyakit dalam atau pernapasan, serta dokter forensik. Tim dokter telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk mengetahui dampak zat kimia yang mengenai tubuh korban.

Berdasarkan diagnosis awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada sisi kanan tubuh, mulai dari kepala hingga bagian badan.

Baca Juga: PDIP Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

"Luka bakarnya cukup serius. Yang paling memprihatinkan tentu pada bagian mata," kata Dimas, di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Korban juga telah menjalani operasi pada bagian mata yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga sekitar pukul 16.00–16.30. Menurut Dimas, operasi tersebut berjalan lancar.

Meski demikian, Andrie masih harus menjalani proses pemulihan lebih lanjut, terutama untuk penyembuhan luka bakar akibat reaksi kimia dari zat asam. "Dalam kondisi hari ini, keselamatan saudara Andrie Yunus sudah dalam posisi aman. Namun dia masih dalam tahap penyembuhan dan pemulihan," tuturnya. 

Pengakuan Andrie Yunus

Dimas menjelaskan, berdasarkan cerita korban, peristiwa terjadi saat Andrie diserang dengan air keras hingga membuatnya terjatuh. Setelah itu sejumlah warga datang menolong.

Namun di tengah kerumunan terdapat seorang pria yang sempat mengucapkan, "Oh ini orang KontraS, ini orang LBH".

"Informasi itu kami dapatkan langsung dari keterangan Andrew. Setelah diserang, dia menjatuhkan diri lalu ada warga yang menolong. Tetapi di antara kerumunan itu ada seseorang yang mengatakan kalimat tersebut," kata Dimas.

Baca Juga: KontraS: Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus Bagian dari Kejahatan Terorganisir

Dia juga menyebut, korban sempat merekam suara sebelum masuk ke ruang disinfektan. Rekaman tersebut membantu tim KontraS menyusun kronologi awal kejadian, karena pada saat itu mereka belum memiliki gambaran peristiwa secara utuh.

Pihaknya juga masih menelusuri identitas seorang pria yang disebut-sebut berada di lokasi setelah penyiraman terjadi. Korban menggambarkan pria tersebut berambut hampir pelontos dan langsung menghampirinya setelah kejadian.

"Kami masih mencoba mencari tahu siapa orang tersebut, karena sampai sekarang belum ada petunjuk yang jelas," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.