Akurat
Pemprov Sumsel

Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Bias Layar: Ini Kekerasan Biadab dan Ancaman Demokrasi

Putri Dinda Permata Sari | 17 Maret 2026, 13:42 WIB
Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Bias Layar: Ini Kekerasan Biadab dan Ancaman Demokrasi
Anggota DPR RI Komisi XIII, Bias Layar.

AKURAT.CO Anggota DPR RI Komisi XIII, Bias Layar, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Ia menilai, tindakan tersebut sebagai kekerasan biadab yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mengancam ruang demokrasi di Indonesia.

“Saya mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Kekerasan terhadap aktivis masyarakat sipil adalah tindakan biadab yang tidak boleh terjadi dalam negara demokrasi seperti Indonesia,” ujar Bias dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Bias juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja secara profesional dan independen agar kasus ini dapat diungkap secara terang benderang.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Di sisi lain, ia mengingatkan semua pihak agar tidak berspekulasi atau menuduh tanpa dasar yang jelas.

Baca Juga: PM Israel Benar Tewas Ditembak oleh Orang Tak Dikenal

Menurutnya, spekulasi justru dapat memperkeruh situasi dan menghambat proses penegakan hukum.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan aparat penegak hukum dapat bekerja secara objektif dan transparan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bias menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para pembela HAM dan aktivis masyarakat sipil agar dapat menjalankan perannya tanpa rasa takut.

Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap aktivis serta menjaga ruang demokrasi tetap aman.

Di akhir pernyataannya, Bias menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus dan berharap korban segera pulih dari luka yang dialaminya, serta kejadian serupa tidak kembali terulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.