Dewas KPK Akan Tindaklanjuti Aduan Masyarakat Soal Pengalihan Penahanan Yaqut

AKURAT.CO Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menindaklanjuti sejumlah pengaduan masyarakat, terkait pengalihan status penahanan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas.
Pengaduan tersebut berkaitan dengan keputusan pengalihan penahanan Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) menjadi tahanan rumah, yang sempat menuai sorotan publik.
Ketua Dewas KPK, Gusrizal, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah aduan sejak Rabu (25/3/2026). Aduan tersebut pada prinsipnya mempertanyakan landasan hukum dan aspek etik dari keputusan pengalihan penahanan tersebut.
Baca Juga: Soedeson Tandra Kritisi Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut: Tidak Lazim
Dewas kemudian mulai mendisposisi dan menindaklanjuti laporan tersebut sejak Senin (30/3/2026).
"Kami sangat menghargai peran serta publik dalam mengawasi jalannya penegakan hukum di KPK. Kami akan terus mengawasi penanganan perkara ini, khususnya secara etik," kata Gusrizal dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Dewas KPK menegaskan bahwa setiap aduan yang masuk akan diproses sesuai ketentuan dan prosedur operasional baku yang berlaku. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penanganan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dia menegaskan, Dewas berkomitmen menjaga integritas lembaga dengan terus memantau setiap tahapan penanganan perkara, khususnya dari sisi etik dan perilaku insan KPK.
Baca Juga: Sempat Jadi Tahanan Rumah, Yaqut Disebut Derita Penyakit Akut Ini
Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses penegakan hukum.
Dewas KPK juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengawasi penanganan perkara yang menjadi perhatian publik tersebut. Menurutnya, mekanisme pengawasan yang melibatkan publik merupakan bagian penting dalam menjaga independensi dan integritas lembaga antirasuah.
Dewas menilai, sistem checks and balances antara pengawasan internal dan partisipasi publik menjadi kunci menjaga marwah KPK serta memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








