Penegasan Dirjenpas, Lapas dan Rutan Harus Bebas Ponsel hingga Narkoba

AKURAT.CO Seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia diminta mewujudkan lapas dan rutan yang bersih dari penyelundupan handphone (ponsel), penipuan hingga peredaran narkoba.
Komitmen itu ditegaskan melalui ikrar bersama di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Brigjen Mashudi, mengatakan, seluruh jajaran Ditjenpas, mulai tingkatan paling bawah hingga yang tertinggi berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari pelanggaran.
"Pada kesempatan ini seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Se-Indonesia berikrar bahwa di dalam lapas atau rutan harus zero handphone, zero narkoba dan zero penipuan," katanya.
Menurut Mashudi, ikrar ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem pemasyarakatan agar sekamin bermanfaat bagi masyarakat. Seluruh pegawai yang terbukti melanggar aturan akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Baca Juga: Pembenahan Lapas di Blitar Terus Dipacu, Tak Ada Toleransi Praktik Pungli
"Pegawai apabila melanggar akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jadi, kita sudah tidak pandang bulu," ujarnya.
Mashudi mengungkapkan, selama triwulan pertama 2026, terdapat 27 pelanggaran yang dilakukan pegawai pemasyarakatan. Mayoritas tergolong pelanggaran berat, termasuk kasus terkait narkoba.
"Yang berat itu salah satunya terkait narkoba," ucapnya.
Langkah strategis terus dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba dan penggunaan ponsel secara ilegal di dalam lapas dan rutan. Upaya itu dilakukan melalui razia rutin dan tes urine terhadap warga binaan maupun pegawai yang terindikasi.
"Itu kita lakukan secara rahasia bersama-sama. Kita lakukan razia dan cek urine, baik kepada warga binaan maupun pegawai," ujarnya.
Baca Juga: Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII DPR Curiga Petugas Lapas Disuap
Selain penindakan, Ditjenpas juga memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi. Mashudi telah menandatangani 723 penghargaan bagi pegawai yang dinilai berhasil menggagalkan masuknya narkoba ke dalam lapas, serta menciptakan program kreatif bagi warga binaan.
"Salah satunya adalah penggagalan narkoba, kemudian memberikan hal-hal kreatif kepada warga binaan. Itu salah satu yang kita berikan kepada pegawai kita," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





