KPK Siapkan Langkah Lanjutan Usai Muncul Dugaan Aliran Dana ke Dirjen Bea Cukai

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyiapkan langkah lanjutan menyusul munculnya dugaan aliran dana kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, dalam perkara dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Isu tersebut mencuat dalam sidang perkara dugaan suap importasi barang dengan terdakwa pemilik Blueray Cargo, John Field, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam persidangan itu, jaksa penuntut umum KPK menampilkan barang bukti berupa foto amplop berkode “Sales 2-1 DIR” yang disebut berisi uang sebesar 213.600 dolar Singapura.
Jaksa menyatakan kode tersebut merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan, lembaganya tidak akan gegabah merespons fakta persidangan tersebut.
Menurut dia, penyidik saat ini tengah menyiapkan strategi penanganan yang nantinya akan dilaporkan lebih dahulu kepada pimpinan KPK.
“Pimpinan tidak akan mendahului karena ada strategi yang nanti akan dilakukan oleh para penyidik. Apalagi proses untuk pihak penerima sudah masuk ke tahap pemeriksaan di persidangan. Strategi itulah yang nanti akan dilaporkan,” kata Setyo di Serang, Banten, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Puan Kecam Penangkapan 9 WNI oleh Israel, Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi
Setyo menjelaskan, seluruh fakta yang muncul di persidangan akan dianalisis secara menyeluruh dan dicocokkan dengan keterangan maupun barang bukti yang telah diperoleh pada tahap penyidikan.
“Itu nanti pasti diolah oleh Kedeputian Penindakan dan di situlah nanti dilaporkan strategi apa yang akan dilakukan oleh para penyidik,” ujarnya.
Meski demikian, Setyo belum memastikan kemungkinan pemanggilan atau pemeriksaan terhadap Djaka Budi Utama.
Ia menegaskan, keputusan lanjutan sepenuhnya bergantung pada hasil kajian dan analisis penyidik.
“Kami pimpinan tidak akan mendahului, karena jangan sampai mencampuradukkan antara informasi yang berkembang dengan apa yang didapatkan pada tahap pemeriksaan di persidangan maupun penyidikan,” katanya.
Dalam persidangan sebelumnya, jaksa KPK menghadirkan Kepala Seksi Intelijen DJBC, Orlando Hamonangan alias Ocoy, sebagai saksi.
Di hadapan majelis hakim, jaksa memperlihatkan sejumlah foto amplop berkode yang diduga berkaitan dengan distribusi uang suap.
Salah satu amplop berkode “Sales 2-1 DIR” disebut sebagai alokasi dana untuk Djaka Budi Utama dengan nominal mencapai 213.600 dolar Singapura.
Perkara ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap importasi barang yang menjerat sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta.
Jaksa menduga praktik suap dilakukan untuk meloloskan barang impor bermasalah melalui jalur merah tanpa pemeriksaan ketat.
Baca Juga: Andalan Targetkan Pertumbuhan Agresif Lewat Strategi Operational Excellence
Di tengah berkembangnya perkara tersebut, Prabowo Subianto juga melontarkan pernyataan keras terkait kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di rapat paripurna DPR, Prabowo meminta Menteri Keuangan mengganti pimpinan Bea Cukai yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









