Sempat Diburu KPK, Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri

AKURAT.CO Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) malam.
Kedatangan Silmy terjadi setelah KPK menyatakan masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pihak dan meminta semua pihak bersikap kooperatif dalam penanganan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Silmy tiba sekitar pukul 22.35 WIB dengan pengawalan empat ajudan. Ia langsung memasuki area Gedung Merah Putih KPK.
Kehadiran Silmy menarik perhatian para wartawan yang telah menunggu sejak sore.
Sejumlah awak media berupaya meminta keterangan mengenai kedatangannya dan kaitannya dengan OTT yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.
Situasi sempat memanas ketika terjadi dorong-dorongan di tengah kerumunan.
Seorang ajudan Silmy terlihat berupaya membuka jalan menuju pintu masuk gedung sehingga sejumlah wartawan mengaku terdorong dan mengalami benturan.
Baca Juga: KPK Masih Cari Wamen Imipas Silmy Karim Terkait Rangkaian OTT Imigrasi Jakbar
Ketegangan bahkan berlanjut hingga ke area dalam gedung KPK. Adu mulut sempat terjadi antara petugas pengawal dan sejumlah wartawan yang berusaha mendapatkan konfirmasi dari Silmy.
Meski terus dicecar pertanyaan, Silmy memilih tidak memberikan pernyataan.
Ia enggan menjawab pertanyaan terkait kedatangannya maupun kaitannya dengan perkara OTT di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Hingga berita ini diturunkan, Silmy masih berada di Gedung KPK. Belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai status hukum maupun materi pemeriksaan terhadap mantan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap Silmy Karim dalam rangkaian OTT terkait dugaan korupsi pengurusan izin tinggal WNA di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
“Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif,” kata Budi.
Ia juga membenarkan bahwa pencarian tersebut berkaitan dengan pengembangan perkara OTT yang tengah ditangani penyidik.
“Benar, masih dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan di Jakbar,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









