Mantan Direktur Operasi PT Brantas Abipraya Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan seorang saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2017-2019.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan, saksi yang dipanggil adalah Syarif, Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya periode 2015-2020.
"Pemeriksaan dilakukan terhadap Syarif, selaku Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya tahun 2015-2020," katanya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam perkara tersebut, yakni mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lamongan, Mokh. Sukiman; Direktur PT Agung Pradana Putra, Ahmad Abdillah; General Manager Divisi Regional 3, Herman Dwi Haryanto; serta Komite Manajemen Proyek, Muhammad Yanuar Marzuki.
Baca Juga: Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Absen, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan
KPK menduga telah terjadi berbagai penyimpangan dalam proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan yang menyebabkan volume dan kualitas pekerjaan tidak sesuai kontrak.
Akibatnya, negara ditaksir mengalami kerugian keuangan sebesar Rp35,7 miliar.
Pemeriksaan terhadap Syarif dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan dan mendalami dugaan keterlibatan maupun pengetahuan saksi terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Baca Juga: KPK Cecar Japto Soerjosoemarno Soal Aset yang Diduga Terkait Gratifikasi Tambang Batu Bara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







