Ini Dampak Buruk Pinjol Pada Keuangan Muda-mudi Indonesia

AKURAT.CO - Pinjaman online yang melonjak pesat memungkinkan akses cepat pertumbuhan ekonomi. Namun, berdampak pada literasi keuangan yang rendah di kalangan pemuda.
Faktor-faktor seperti kebutuhan mendesak, gaya hidup boros, tekanan ekonomi, biaya pendidikan dan kurangnya pemahaman tentang pinjaman telah mendorong pemuda Indonesia terjerumus dalam utang.
"Pada Juni 2023, pinjaman rata-rata untuk pemuda di bawah 19 tahun mencapai Rp2,3 juta, sementara untuk usia 20-34 tahun adalah Rp2,5 juta, padahal pendapatan rata-rata pemuda hanya Rp2 juta per bulan," ujar Nailul Huda, M.E selaku Peneliti Center of Digital Economy and SME INDEF, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (14/9/2023).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mengatasi masalah ini dengan program pendidikan, kampanye kesadaran finansial, serta kerja sama dengan pemerintah dan sektor jasa keuangan. Inovasi fintech seperti Earned Wage Access (EWA) dapat membantu mengurangi dampak negatif dari pinjaman online.
Baca Juga: Waspada Pinjol Ilegal, Wajib Ketahui 10 Ciri Ini
"Sejak 2018, hampir 7.000 pinjol ilegal telah dihentikan oleh SWI. Namun sayangnya, langkah ini belum berhasil sepenuhnya menghilangkan kasus pinjaman online ilegal tahun ini. Kita harus bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta," kata Izzudin Al Farras Adha selaku Peneliti Center of Digital Economy and SME INDEF.
Country Head of GajiGesa Indonesia, Ade Saragih mengatakan solusi jangka panjang diperlukan dengan fokus pada kesejahteraan keuangan pemuda, serta kemakmuran jangka panjang mereka. Kalangan dewasa muda Indonesia harus dipastikan memiliki dasar keuangan yang berkelanjutan, untuk menjadi pijakan bagi kesejahteraan keuangan dan kesuksesan mereka di masa depan.
"GajiGesa berkomitmen untuk membebaskan individu dari pinjaman berbunga tinggi. Sejak kami pertama kali didirikan pada tahun 2020, dalam waktu 3 tahun, kami telah membantu 27.863 karyawan untuk keluar dari pinjaman online," sebut dia.
"GajiGesa berperan penting dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola keuangan mereka, serta membantu mereka keluar dari risiko utang yang mengintai," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






