PM Jepang Kunjungi Pabrik Chip Baru di Kyushu, Tekankan Dukungan pada Teknologi Utama

AKURAT.CO Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida melakukan kunjungan ke pabrik semikonduktor baru, di mana pemerintahnya telah berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih dari 1 triliun yen untuk menjaga pasokan chip yang stabil.
Kishida menyatakan optimisme tentang dampak positif proyek ini bagi industri semikonduktor dan bisnis lainnya seperti kendaraan listrik dan elektronik saat ia berkeliling di fasilitas tersebut.
Pabrik baru di pulau barat daya Kyushu, mayoritas dimiliki oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) merupakan pabrik semikonduktor Taiwan pertama di Jepang.
Baca Juga: Tiongkok Larang Penggunaan Chip Intel, AMD dan Perangkat Lunak Asing di Komputer Pemerintah
Selain itu, Kishida juga menyampaikan belasungkawa kepada Taiwan setelah gempa bumi yang mengakibatkan beberapa korban jiwa.
Perusahaan Jepang seperti Sony, Denso dan Toyota telah berinvestasi di anak perusahaan TSMC yang membuka pabrik pada bulan Februari.
Meskipun demikian, TSMC tetap mempertahankan mayoritas saham di Japan Advanced Semiconductor Manufacturing Company. Hal ini mencerminkan upaya Jepang untuk kembali berperan dalam industri chip komputer.
Dekade lalu, Jepang memimpin produksi chip, namun saat ini menghadapi persaingan ketat dari negara lain seperti Korea Selatan, AS dan Eropa, serta TSMC.
Untuk mengurangi ketergantungan pada impor chip, Jepang telah mengalokasikan dana sekitar 5 triliun yen untuk membangkitkan kembali industri keripiknya, terutama saat kekurangan pasokan selama pandemi mempengaruhi berbagai industri.
Investasi sektor swasta juga telah mengalir ke pabrik di wilayah Kumamoto, barat daya Jepang, dengan harapan menciptakan lapangan kerja teknologi tinggi.
Baca Juga: Samsung Bersaing dengan Intel dan Rapidus dalam Produksi Chip Semikonduktor
Dikutip dari Apnews.com, Rabu (10/4/2024), Kishida berharap kunjungannya ke Taiwan dan pertemuan dengan Presiden Joe Biden di Washington dapat memperkuat hubungan Jepang dengan sekutunya dan mendongkrak popularitasnya.
Sementara itu, persaingan antara AS dan China dalam industri semikonduktor telah mencapai titik kritis, dengan Washington menerapkan kontrol ekspor yang membatasi penjualan chip canggih kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Meskipun TSMC telah membangun pabrik di AS dan merencanakan pabrik pertamanya di Eropa, kehadiran Jepang sebagai pilihan yang menarik dalam industri semikonduktor terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








