Digunakan Warga Palestina untuk Tetap Terhubung, Apa Itu Kartu eSIM?

AKURAT.CO Warga Palestina di Gaza telah menghadapi berbagai pemadaman internet dan telepon selama perang yang berlangsung beberapa bulan. Untuk tetap berhubungan dengan dunia luar, beberapa warga Palestina menggunakan teknologi kartu eSIM sebagai cara terakhir.
Kartu eSIM memungkinkan pengguna memuat kartu SIM elektronik daripada kartu fisik, memberikan akses ke jaringan nirkabel. Beberapa warga Palestina menggunakan telepon sumbangan yang terdaftar di negara lain untuk menangkap sinyal roaming dari menara seluler Israel atau Mesir.
Namun, eSIM tidak sepenuhnya efektif karena ponsel lama tidak dapat menggunakannya, diperlukan koneksi yang sudah ada untuk mengunduh yang baru dan beberapa eSIM tidak berfungsi dengan benar.
"Kami tidak memiliki jaringan lokal yang tersedia saat ini. Jadi, kami membeli eSIM atau orang-orang di seluruh dunia mengumpulkan eSIM untuk kami dan mengirimkannya melalui WhatsApp, melalui email," ujar Suhail Nassar, seorang fotografer di Gaza, dikutip dari Nbcnews.com, Senin (3/6/2024).
Mirna El Helbawi, seorang penulis Mesir, telah mendistribusikan lebih dari 100.000 eSIM sejak perang dimulai. Dia dan aktivis lainnya menggunakan Instagram dan X untuk meminta donatur agar membeli eSIM dan mengirimkannya ke Gaza.
Konektivitas telepon, nirkabel dan internet di Gaza telah terkena dampak parah sejak Israel menginvasi pada Oktober. Wilayah yang terkepung telah mengalami sembilan kali pemadaman telekomunikasi penuh sejak saat itu.
Pemadaman listrik yang dimulai pada 11 Januari masih mempengaruhi wilayah tersebut hingga artikel ini ditulis.
“Bagi yang di darat, tapi juga yang di luar. Maksudku, pikirkanlah. Ada orang yang saya kenal yang belum bisa menghubungi keluarganya selama lebih dari seminggu," ujar Marwa Fatafta, kepala kebijakan Timur Tengah untuk Access Now.
Perusahaan telekomunikasi Paltel menyalahkan blokade listrik Israel terhadap Gaza dan mengulangi serangan udara Israel yang menurut perusahaan tersebut merusak infrastruktur komunikasi. Pasukan Pertahanan Israel tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy mengatakan bahwa Israel tidak memiliki kewajiban moral untuk menyediakan sumber daya seperti listrik ke Gaza sementara Hamas melakukan kampanye genosida terhadap Israel.
Human Rights Watch mendesak Israel untuk segera memulihkan sumber daya seperti listrik di Gaza dan menyebut penolakan apa pun terhadap hal tersebut sebagai bentuk hukuman kolektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






