Insiden Kebocoran Data Terjadi Lagi, Kini Data INAFIS Dijual Bebas

AKURAT.CO Insiden kebocoran data yang melibatkan instansi pemerintah kembali terjadi. Setelah server Pusat Data Nasional (PDN) tumbang, kini data yang ada pada Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) diduga telah diserang hacker.
Hal ini diungkap Pakar Telematika Roy Suryo yang mengetahui adanya insiden itu melalui postingan akun centang biru di X (dulunya Twitter) @FalconFeedsio.
Di postingan akun yang memiliki follower sebanyak 31,5 ribu dan kerap menampilkan aktivitas di dark web tersebut, Minggu dini hari (23/06/24) disebutkan bahwa telah terjadi peretasan terhadap INAFIS.
"Ini gawat dan tidak bisa dianggap sederhana, karena data-data sidik jari adalah sangat pribadi dan wajib dirahasiakan, bukan untuk dipublikasikan apalagi diobral secara terbuka," sebut Roy dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Data Pribadi Hasil Curian Dijual di Darkweb, Begini Cara Hindarinya
Eks Menpora itu juga menyinggung prediksinya setelah lumpuhnya PDN selama berhari-hari yang menurutnya akan bisa terjadi lagi. "Akhirnya kekhawatiran tersebut terjawab sudah," tukasnya.
Ia mengungkapkan kali ini harga yang ditawarkan hanya senilai US $ 1000 atau Rp16,5 Juta. "Nilai ini tentu justru bermaksud untuk meledek bagaimana murahnya data-data di Indonesia, bukan soal keuntungan ekonominya," tegasnya.
Roy menuturkan MoonzHaxor, anggota BreachForums, telah mengunggah pelanggaran data signifikan yang melibatkan INAFIS. Pelanggaran ini mencakup data sensitif seperti gambar sidik jari, email, dan aplikasi SpringBoot dengan properti konfigurasi, serta penjelasan bagian mana saja yang disusupi.
Disebutkan beberapa file yang disusupi MoonzHaxor adalah wajah anggota INAFIS (PNG) dengan email, sidik jari anggota INAFIS (WSQ) dengan email, aplikasi SpringBoot INAFIS (JAR) dengan properti konfigurasi database.
"Meski saat ini belum disebut apakah data-data yang disusupi termasuk database penduduk Indonesia yang dimiliki oleh INAFIS, saya khawatir ini hanya masalah waktu saja. Sebab biasanya kalau sudah mulai diumumkan terbuka di dark web begini, maka persis seperti kasus kebocoran data BPJS dan Paspor sebelumnya, pasti akan bocor juga," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








