Sistem Kerja Hibrida Mendominasi, Keterikatan Karyawan Menjadi Tantangan di Asia Pasifik

AKURAT.CO Survei bertajuk 'Menavigasi Masa Depan Pekerjaan: Perspektif Global tentang Model dan Teknologi Hibrida' mengungkapkan bahwa 84 persen perusahaan di Asia Pasifik telah mengadopsi sistem kerja hibrida atau jarak jauh.
Meski sistem kerja hibrida lebih disukai, bentuknya bervariasi antara perusahaan. Sebanyak 87 persen eksekutif di Asia Pasifik menyatakan bahwa peningkatan produktivitas menjadi faktor utama dalam menentukan gaya kerja yang optimal.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Utara (86 persen) dan Eropa Barat (81 persen). Studi ini juga menemukan bahwa 83 persen karyawan merasa lebih produktif dalam lingkungan kerja hibrida dibandingkan bekerja di kantor fisik.
Meskipun gaya kerja hibrida menjadi preferensi utama, perusahaan di Asia Pasifik masih bereksperimen untuk menemukan pola yang paling sesuai. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterikatan karyawan, di mana 60 persen eksekutif melaporkan penurunan engagement akibat penerapan kerja hibrida.
Menurut Ricky Kapur, Head of Asia Pacific Zoom, fleksibilitas di tempat kerja semakin beragam dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin perusahaan untuk menyesuaikan pola kerja dengan kebutuhan karyawan yang terus berkembang serta teknologi seperti AI yang semakin canggih.
"AI menjadi perangkat penting untuk membantu karyawan berkolaborasi dengan lebih baik dan lebih terhubung satu sama lain," ujarnya saat acara Zoom Employee Experience (EX) Summit yang digelar secara online, Kamis (22/8/2024).
AI generatif telah menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan pengalaman kerja karyawan. Namun, penerapannya masih menemui kendala, seperti ketidaknyamanan karyawan dan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap pekerjaan.
Survei ini menegaskan pentingnya perusahaan untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan karyawan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi, termasuk AI, guna membangun budaya perusahaan yang kuat di era kerja hibrida.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








