Indonesia Luncurkan Korika Chat, AI Generatif Lokal untuk Kedaulatan Digital

AKURAT.CO Indonesia resmi meluncurkan Korika Chat (KChat), kecerdasan artifisial generatif lokal karya anak bangsa. Peluncuran ini dilakukan oleh KORIKA bersama Datasaur AI dalam ajang AI Innovation Summit (AIS) 2025.
KChat disebut sebagai tonggak baru dalam implementasi Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA). Kehadirannya juga menjadi simbol kedaulatan digital Indonesia di tengah perkembangan pesat teknologi AI global.
KORIKA, yang berdiri sejak 2021, selama ini menjadi wadah riset, inovasi dan kolaborasi industri kecerdasan artifisial. Bersama Datasaur AI, melahirkan KChat sebagai solusi AI yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Presiden KORIKA, Dr. Ir. Hammam Riza, menegaskan pentingnya kehadiran KChat. Menurutnya, teknologi ini bukan hanya sekadar chatbot, melainkan fondasi strategis bagi berbagai sektor.
"Korika Chat hadir bukan sekadar sebagai chatbot, melainkan sebagai fondasi strategis bagi BUMN, lembaga publik dan UMKM dalam menghadirkan layanan yang terpercaya," ujarnya, saat acara konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
Dari sisi teknis, KChat dirancang dengan prinsip privacy-first. Data pengguna dapat disimpan secara aman di server fisik, Virtual Private Cloud (VPC), maupun layanan cloud.
Dengan desain tersebut, organisasi tidak perlu bergantung pada vendor asing. Mereka tetap bisa memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi nasional yang berlaku.
Timotius Devin, Al Product Manager & VP of Business Development (APAC) Datasaur Al, menyoroti keunggulan platform ini. Ia menyebut KChat dirancang untuk lebih dari sekadar menjawab pertanyaan.
"Korika Chat dirancang melampaui sekadar menjawab pertanyaan, la mampu berperan sebagai agen yang terhubung langsung dengan aplikasi lain," kata Timotius.
Ia menambahkan bahwa KChat mendukung multi-LLM dan kustomisasi white-label. Dengan model bisnis lisensi yang fleksibel, teknologi ini bisa diadopsi mulai dari skala kecil hingga besar.
KChat juga hadir di kanal web maupun WhatsApp, sehingga mudah diakses masyarakat. Bagi BUMN dan lembaga publik, keberadaannya dinilai dapat mempercepat birokrasi dan meningkatkan transparansi.
KORIKA sudah menyiapkan peta jalan pengembangan untuk KChat. Pada 2025, platform ini akan dilengkapi antarmuka drag-and-drop agar siapa pun bisa merancang agen AI tanpa keahlian teknis.
Pada 2026, KChat akan menghadirkan percakapan real-time berbasis teks dan suara. Fitur ini diharapkan memberi interaksi yang lebih natural dan intuitif bagi pengguna.
"Inovasi ini diharapkan mempercepat adopsi kecerdasan artifisial di pemerintahan, BUMN dan UMKM, serta memperkuat daya saing ekosistem kecerdasan artifisial Indonesia di panggung global," tutup Oskar Riandi selaku Sekretaris Jenderal KORIKA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







