Pemred Akurat Jelaskan Perbedaan dan Persamaan Jurnalis Video dengan Konten Kreator di Acara AGTC Unpam

AKURAT.CO Apa perbedaan antara menjadi Jurnalis Video dengan menjadi Konten Kreator? Pertanyaan tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Akurat.co, Aldi Gultom, kepada ratusan mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) peserta Akurat Goes To Campus (AGTC) 2024.
Aldi Gultom menjadi salah satu pemateri pada pelatihan jurnalistik dengan tema "Menjadi Jurnalis Video Hebat dalam 120 Menit" yang digelar di Aula Rektorat Unpam, pada Rabu (23/10/2024).
AGTC 2024 di Unpam ini terlaksana berkat Kerjasama antara Akurat.co dengan Prodi Sarjana Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpam, dan disponsori oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Acara yang dibuka oleh Dekan FEB Unpam, Dr. Endang Ruhiyat, S.E, MM, ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Kepala Divisi Kehumasan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Nur Budiantoro; Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom; dan praktisi konten kreator yang juga CEO TA-Pro, Tole Sutrisno.
AGTC di Unpam juga dihadiri oleh pemimpin umum Akurat, Afriadi; Kepala Prodi Akuntansi Unpam, Dr. Suripto, S.E, M.Ak, para dosen dan ratusan mahasiswa Akuntansi Unpam.
Di awal pemaparannya, Aldi mengutip pesan kegundahan mantan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa: "Algoritma raksasa digital (Google) cenderung mementingkan sisi komersial saja, hanya akan mendorong konten-konten recehan yang sensasional.”
Teknologi internet dan digital, lanjutnya, sudah memunculkan industri kreatif yang mengalami perkembangan luar biasa yang digerakkan oleh konten creator.
Dampak paling terasa, menurut Aldi, media arus utama atau mainstream makin sulit mengontrol masyarakat dalam menyampaikan informasi di media sosial
Tak hanya menghadapi revolusi teknologi informasi, saat ini media massa juga mendapat tantangan besar era revolusi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
"Revolusi yang tadinya hanya mempengaruhi bentuk media dan proses produksi konten media hingga distribusinya, kini sudah menyentuh eksistensi pelaku media massa," ungkapnya.
Ironisnya, sekarang masyarakat lebih suka mengakses konten-konten receh di media sosial seperti Youtube, TikTok, Instagram maupun X atau Twitter.
Padahal, ada perbedaan penting antara produk jurnalis video dengan konten kreator. Perbedaan utamanya terletak pada tanggungjawabnya.
"Kalau produk jurnalis video, tanggungjawabnya ada di perusahaan pers. Sedangkan konten medsos tanggungjawabnya ada di individu si pembuat konten," jelasnya.
Jika ada masalah, jalur penyelesaiannya pun berbeda. Produk jurnalis diselesaikan lewat dewan pers dan menggunakan undang-undang pers.
"Produk jurnalistik tidak bisa diperkarakan ke polisi atau dibawa ke ranah hukum menggunakan undang-undang ITE. Beda dengan konten medsos," lanjutnya.
Sedangkan persamaan jurnalis video dan konten kreator adalah sama-sama membuat sesuatu, kemudian menyebarkannya kepada masyarakat. Keduanya sama-sama bertugas menyebarkan informasi kepada masyarakat.
"Jurnalis video adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik dengan cara merekam atau mengambil gambar kemudian mengedit dan menyembarkannya," ujarnya.
Sedangkan konten kreator, lanjutnya, adalah seseorang yang memproduksi berbagai macam konten digital meliputi informasi tertulis, audio, dan visual, yang penyebarannya berbasis media platform digital.
Aldi pun berpesan kepada para mahasiswa Unpam peserta AGTC, jika nanti menjadi konten kreator, maka bijaklah dalam bermedsos.
"Buatlah konten-konten yang memberi manfaat, serta tidak melanggar norma-norma sosial dan agama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








