Akurat
Pemprov Sumsel

8 Perubahan Signifikan yang Dilakukan Mark Zuckerberg di Meta Menjelang Pelantikan Trump

Petrus C. Vianney | 13 Januari 2025, 12:10 WIB
8 Perubahan Signifikan yang Dilakukan Mark Zuckerberg di Meta Menjelang Pelantikan Trump

AKURAT.CO Mark Zuckerberg baru-baru ini membuat sejumlah keputusan penting yang mengubah kebijakan dan strategi di Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Keputusan ini datang menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden, dengan beberapa langkah yang kontroversial dan mendapat reaksi luas.

1. Penghapusan pemeriksa fakta

Zuckerberg mengumumkan penghapusan pemeriksa fakta di platform Meta, menggantikannya dengan catatan komunitas.

Menurutnya, ini adalah langkah untuk kembali ke akar kebebasan berekspresi, meski menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia yang menekankan pentingnya moderasi konten untuk melindungi kebenaran.

2. Pencabutan larangan pidato kebencian

Meta juga mengubah kebijakannya terkait ujaran kebencian. Konten yang sebelumnya dilarang, seperti penghinaan terhadap kelompok etnis atau orientasi seksual, kini dapat dipublikasikan.

Namun, Meta tetap akan menegakkan aturan terhadap pelecehan dan kekerasan.

3. Penghentian inisiatif DEI

Zuckerberg memutuskan untuk mengakhiri program keragaman, kesetaraan dan inklusi (DEI) di Meta.

Meskipun perusahaan tetap akan mencari tim yang beragam secara kognitif, pelatihan kesetaraan dan inklusi dihentikan, mengikuti perubahan kebijakan di Amerika Serikat.

4. Penghapusan tampon di kamar mandi pria

Meta juga menghapus tampon dari kamar mandi pria di beberapa kantor, sebuah langkah yang dianggap sebagai upaya untuk menanggapi kebijakan baru terkait keberagaman gender.

5. Penghapusan tema trans dan nonbiner di Messenger

Tema-tema khusus yang mendukung trans dan nonbiner di aplikasi Messenger juga dihilangkan, yang mendapat perhatian terkait kebijakan anti-LGBTQ+ yang lebih besar.

6. Konten politik kembali di Instagram dan Threads

Meta memutuskan untuk kembali merekomendasikan konten politik di Instagram dan Threads.

Meski pengguna dapat menyesuaikan preferensi mereka, keputusan ini menandakan kembalinya politik sebagai bagian dari pengalaman media sosial.

7. Penambahan Dana White ke dewan direksi Meta

Zuckerberg juga mengumumkan penunjukan Dana White, seorang sekutu Trump dan CEO UFC, ke dewan direksi Meta.

Dikutip dari Sea.mashable.com, Minggu (12/1/2025), langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mempererat hubungan dengan Trump.

8. Pengunduran diri Nick Clegg

Beberapa hari sebelum keputusan besar ini, Nick Clegg, kepala kebijakan Meta, mengumumkan pengunduran dirinya, yang menambah spekulasi tentang arah baru perusahaan di bawah Zuckerberg.

Keputusan-keputusan ini menunjukkan perubahan besar dalam arah strategis Meta, yang kini terlihat lebih selaras dengan kebijakan politik yang berkembang di AS, terutama menjelang pelantikan Trump.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.