8 Perubahan Signifikan yang Dilakukan Mark Zuckerberg di Meta Menjelang Pelantikan Trump

AKURAT.CO Mark Zuckerberg baru-baru ini membuat sejumlah keputusan penting yang mengubah kebijakan dan strategi di Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan WhatsApp.
Keputusan ini datang menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden, dengan beberapa langkah yang kontroversial dan mendapat reaksi luas.
1. Penghapusan pemeriksa fakta
Zuckerberg mengumumkan penghapusan pemeriksa fakta di platform Meta, menggantikannya dengan catatan komunitas.
Menurutnya, ini adalah langkah untuk kembali ke akar kebebasan berekspresi, meski menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia yang menekankan pentingnya moderasi konten untuk melindungi kebenaran.
2. Pencabutan larangan pidato kebencian
Meta juga mengubah kebijakannya terkait ujaran kebencian. Konten yang sebelumnya dilarang, seperti penghinaan terhadap kelompok etnis atau orientasi seksual, kini dapat dipublikasikan.
Namun, Meta tetap akan menegakkan aturan terhadap pelecehan dan kekerasan.
3. Penghentian inisiatif DEI
Zuckerberg memutuskan untuk mengakhiri program keragaman, kesetaraan dan inklusi (DEI) di Meta.
Meskipun perusahaan tetap akan mencari tim yang beragam secara kognitif, pelatihan kesetaraan dan inklusi dihentikan, mengikuti perubahan kebijakan di Amerika Serikat.
4. Penghapusan tampon di kamar mandi pria
Meta juga menghapus tampon dari kamar mandi pria di beberapa kantor, sebuah langkah yang dianggap sebagai upaya untuk menanggapi kebijakan baru terkait keberagaman gender.
5. Penghapusan tema trans dan nonbiner di Messenger
Tema-tema khusus yang mendukung trans dan nonbiner di aplikasi Messenger juga dihilangkan, yang mendapat perhatian terkait kebijakan anti-LGBTQ+ yang lebih besar.
6. Konten politik kembali di Instagram dan Threads
Meta memutuskan untuk kembali merekomendasikan konten politik di Instagram dan Threads.
Meski pengguna dapat menyesuaikan preferensi mereka, keputusan ini menandakan kembalinya politik sebagai bagian dari pengalaman media sosial.
7. Penambahan Dana White ke dewan direksi Meta
Zuckerberg juga mengumumkan penunjukan Dana White, seorang sekutu Trump dan CEO UFC, ke dewan direksi Meta.
Dikutip dari Sea.mashable.com, Minggu (12/1/2025), langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mempererat hubungan dengan Trump.
8. Pengunduran diri Nick Clegg
Beberapa hari sebelum keputusan besar ini, Nick Clegg, kepala kebijakan Meta, mengumumkan pengunduran dirinya, yang menambah spekulasi tentang arah baru perusahaan di bawah Zuckerberg.
Keputusan-keputusan ini menunjukkan perubahan besar dalam arah strategis Meta, yang kini terlihat lebih selaras dengan kebijakan politik yang berkembang di AS, terutama menjelang pelantikan Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








