Pengguna TikTok Beralih, Duolingo Catat Lonjakan 216% Pengguna AS yang Belajar Bahasa Mandarin

AKURAT.CO Duolingo melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna di Amerika Serikat (AS) yang mulai mempelajari bahasa Mandarin, dengan lonjakan mencapai 216 persen dibandingkan tahun lalu.
Fenomena ini muncul di tengah perpindahan pengguna TikTok ke aplikasi media sosial asal China, RedNote (Xiaohongshu), menjelang rencana larangan TikTok di AS yang dijadwalkan berlaku pada 19 Januari mendatang.
Sebagai respons terhadap larangan TikTok, lebih dari 700 juta pengguna TikTok beralih ke RedNote, yang memicu pertukaran budaya antara pengguna AS dan China.
Pindahnya pengguna ini mencerminkan permintaan akan pengalaman media sosial yang didominasi oleh platform China, sekaligus menguji kekhawatiran pengguna AS terhadap pengumpulan data pribadi oleh perusahaan asal China.
Karena RedNote berbasis di Shanghai, bahasa Mandarin menjadi bahasa default aplikasi ini, yang memicu banyak pengguna AS untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka melalui Duolingo.
Dikutip dari Techcrunch.com, Jumat (17/1/2024), dalam survei Duolingo, banyak pengguna baru menyebutkan TikTok sebagai sumber informasi mereka tentang aplikasi ini.
Duolingo juga mencatat lonjakan jumlah unduhan aplikasi di AS, dengan kenaikan 36 persen pada 3 Januari 2025, dan peringkat aplikasi ini kini menempati posisi ke-22 di kategori Aplikasi Teratas secara keseluruhan.
Fenomena ini mencerminkan tingginya minat orang AS untuk belajar bahasa Mandarin di tengah peralihan besar ini.
Duolingo merespons dengan humor, memposting video dan konten promosi yang menunjukkan maskot burung hantu hijau mereka belajar bahasa Mandarin di Tiongkok.
"Oh jadi SEKARANG Anda sedang belajar bahasa mandarin," tulis @duolingo di platform X.
Video ini mendapat lebih dari 600.000 likes, mencerminkan antusiasme besar terhadap pembelajaran bahasa Mandarin di kalangan pengguna AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








