Donald Trump Sebut 4 Pihak Minat Akuisisi TikTok, Siapa Saja?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa ada empat kelompok yang tengah bersaing untuk mengakuisisi TikTok. Namun, ia tidak merinci siapa saja pihak yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.
TikTok menghadapi tenggat waktu hingga 5 April untuk menemukan pemilik baru setelah pemerintah AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan aplikasi asal China itu untuk dijual atau dilarang, dengan alasan masalah keamanan nasional.
Dikutip dari Reuters, Selasa (11/3/2025), Trump menyebutkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan calon pembeli TikTok menjelang batas waktu yang ditentukan.
"Kami berurusan dengan empat kelompok yang berbeda," ujarnya kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One. "Banyak orang menginginkannya... keempatnya bagus," tambahnya.
Meski tidak menyebutkan nama, beberapa pihak yang diduga tertarik membeli TikTok termasuk Oracle, YouTuber Mr. Beast, investor Shark Tank Kevin O'Leary, Microsoft dan Project Liberty, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh mantan pemilik Los Angeles Dodgers, Frank McCourt, serta salah satu pendiri Reddit, Alexis Ohanian.
TikTok sebelumnya sempat dilarang di AS pada 19 Januari, tetapi larangan itu hanya berlangsung selama 12 jam. Trump saat itu menandatangani perintah eksekutif yang memberi TikTok waktu tambahan selama 75 hari untuk menemukan pembeli.
Aplikasi ini juga sempat menghilang dari toko aplikasi sebelum kembali tersedia setelah Google dan Apple diberi jaminan bahwa mereka tidak akan dikenai sanksi.
Meski menghadapi tekanan regulasi, TikTok tetap menjadi salah satu aplikasi paling populer di AS pada 2024. Sekitar setengah populasi negara itu masih aktif menggunakannya, dan aplikasi ini terus berperan besar dalam membentuk tren sosial.
Saat ini, minat untuk mengakuisisi TikTok semakin meningkat, dan Trump berharap pemerintah China akan menyetujui kesepakatan yang memungkinkan aplikasi tersebut tetap beroperasi di AS.
"Kami memiliki banyak minat pada TikTok," ujarnya. "Dan Cina akan memainkan peran. Mudah-mudahan, Cina akan menyetujui kesepakatan tersebut."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







