Efektivitas Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran Masih Dipertanyakan

AKURAT.CO Klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa serangan ke fasilitas nuklir Iran menghancurkan target utama masih dipertanyakan. Hingga kini, belum ada bukti yang mendukungnya.
Belum ada kepastian mengenai seberapa besar kerusakan fisik yang ditimbulkan oleh serangan tersebut. Dampaknya terhadap kelangsungan program nuklir Iran dalam jangka panjang pun masih belum dapat dipastikan.
Target Serangan dan Reaksi Iran
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi bahwa tiga lokasi Fordow, Isfahan dan Natanz menjadi sasaran serangan. Meski begitu, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya akan tetap berjalan.
Laporan dari PBB dan Iran menyebut tidak ada tanda kontaminasi radioaktif, dan Bulan Sabit Merah Iran memastikan tidak ada korban jiwa. Kementerian Kesehatan Iran juga mengatakan para korban luka tidak menunjukkan tanda paparan radiasi.
Serangan ke Fordow: Target Tersulit
Fasilitas Fordow dikenal sebagai lokasi yang sulit diserang karena berada jauh di dalam pegunungan Zagros. Serangan dilakukan lewat operasi Midnight Hammer dengan tujuh B-2 Spirit dan rudal Tomahawk.
Situs ini dihantam oleh 12 bom bunker buster seberat 13.600 kg. Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 waktu setempat.
Namun, efektivitasnya masih diragukan. Meski ada bekas rudal di area punggungan dan perubahan kontur tanah, bangunan utama tampak tetap utuh.
Dua pejabat Israel bahkan menyebut Fordow mengalami kerusakan parah, namun belum sepenuhnya hancur. Kepala IAEA, Rafael Grossi, pun menyatakan belum ada data pasti terkait tingkat kerusakan bawah tanah.
"Mengenai penilaian tingkat kerusakan di bawah tanah, dalam hal ini kita tidak dapat menyatakan diri kita sendiri," ujarnya, dikutip dari The Guardian, Senin (23/6/2025).
Isfahan dan Natanz Juga Jadi Sasaran
Serangan ke fasilitas nuklir Isfahan dilakukan dengan rudal jelajah Tomahawk dari kapal selam AS. Meski beberapa bangunan rusak, IAEA menegaskan tidak ada bahan nuklir aktif di lokasi tersebut.
Sementara itu, Natanz sebelumnya telah diserang oleh Israel. Citra satelit terbaru menunjukkan kerusakan tambahan di permukaan dan kawah baru, diduga akibat serangan AS.
Fasilitas ini sebelumnya digunakan untuk memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen. Tingkat tersebut mendekati ambang batas untuk pembuatan senjata nuklir.
Iran Diduga Sudah Antisipasi
Iran mengklaim telah mengevakuasi lokasi strategis beberapa hari sebelum serangan. Citra satelit menguatkan klaim ini dengan menunjukkan aktivitas truk pengangkut di Fordow.
Iran juga menyebut bahwa cadangan uranium telah dipindahkan dari lokasi tersebut. Karena itu, serangan tidak menimbulkan risiko radiasi bagi warga sekitar.
AEOI menyatakan Iran memiliki fasilitas pengayaan lain yang lebih aman dan tersembunyi. Analis menilai, meski fasilitas rusak, pengetahuan teknis Iran selama puluhan tahun tak mudah dihapus.
Meski serangan ini dapat menghambat operasi fisik fasilitas nuklir Iran, belum ada bukti bahwa program mereka benar-benar lumpuh. Justru, serangan ini bisa memicu Iran mempercepat ambisinya mengembangkan senjata nuklir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








