Meta Bentuk Tim Superintelligence, Ambisi Mark Zuckerberg Saingi Kecerdasan Manusia

AKURAT.CO CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara resmi mengumumkan pembentukan unit baru bernama Meta Superintelligence Labs (MSL). Ini adalah tim riset yang akan memfokuskan diri pada pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut (Artificial General Intelligence/AGI) dan bahkan superintelligence, bentuk AI yang melebihi kemampuan manusia dalam berbagai bidang.
Lab ini diproyeksikan sebagai pusat pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut, atau bahkan menuju superintelligence yang mampu menandingi kecerdasan manusia. Zuckerberg juga mengumumkan bahwa sejumlah tokoh AI terkemuka kini bergabung dalam tim Meta.
Kevin Scott, Chief Technology Officer Microsoft, akan menjadi penasihat teknis senior. Ia tidak meninggalkan Microsoft, tetapi ikut serta dalam kolaborasi strategis.
Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI, ditunjuk sebagai Chief AI Officer, tambahan jabatan baru di Meta. Kemudian Nat Friedman, mantan CEO GitHub, akan menjadi rekan kepemimpinan dalam hal riset aplikasi dan produk AI.
Dalam unggahan terbarunya, Zuckerberg menyatakan bahwa Meta kini mengarahkan sumber dayanya untuk mengembangkan AI yang tidak hanya canggih, tapi mampu menyaingi kecerdasan manusia secara umum.
“Kami percaya bahwa membangun AGI secara terbuka dan aman akan memberikan manfaat luar biasa bagi dunia,” kata Zuckerberg seperti dilansir oleh Wired.
Langkah ini menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan perusahaan seperti OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic, yang juga tengah mengembangkan teknologi serupa.
Ambisi Jangka Panjang
Meta menyatakan akan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam berbagai produknya: dari asisten pribadi cerdas di WhatsApp dan Instagram, hingga model multimodal seperti Llama 3 yang digunakan untuk pengembangan avatar, chatbot, serta sistem rekomendasi konten.
Tim superintelligence ini akan berada di bawah payung FAIR (Fundamental AI Research), unit riset AI Meta yang telah berdiri sejak 2013, dengan kantor pusat di California dan London.
Meski Meta relatif baru dalam pengembangan AGI secara publik, mereka menyatakan akan membuka hasil-hasil risetnya secara bertahap kepada komunitas global. Hal ini menjadi pembeda dibanding pendekatan tertutup dari beberapa pesaing.
Zuckerberg mengklaim bahwa infrastruktur komputasi Meta, termasuk penggunaan GPU Nvidia H100 berskala besar, sudah siap untuk mendukung pelatihan model AI berskala raksasa.
Langkah Meta membentuk unit superintelligence ini menegaskan bahwa perlombaan menuju AGI kini memasuki fase yang lebih serius, tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal siapa yang bisa mengontrol arah masa depan AI global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








