Trump Kecam Brasil Soal Pajak Digital dan Sensor Media Sosial, Ancam Tarif Tinggi

AKURAT.CO Ketegangan antara Amerika Serikat dan Brasil meningkat akibat surat protes dari Presiden AS, Donald Trump.
Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva terkait kebijakan digital yang dianggap merugikan perusahaan teknologi AS.
Trump menuding Brasil bersikap tidak adil terhadap perusahaan teknologi seperti Google, Amazon dan Meta. Ia juga mengancam akan mengenakan tarif impor hingga 50 persen sebagai respons terhadap kebijakan tersebut.
Dalam suratnya, Trump mengecam rencana Brasil untuk menerapkan pajak layanan digital. Ia menyebut kebijakan itu sebagai serangan terhadap perdagangan digital perusahaan asal Amerika Serikat.
"Persidangan ini seharusnya tidak berlangsung. Ini adalah Perburuan Penyihir yang harus berakhir SEGERA!" tulis Trump yang diposting ke Truth Social, dikutip Kamis (10/7/2025).
Trump juga menuduh pemerintah Brasil menyensor media sosial dan membatasi kebebasan berpendapat. Ia menilai hal ini merugikan aktivitas perusahaan teknologi AS di Brasil.
Ancaman tarif Trump mencakup produk impor utama dari Brasil seperti baja dan kopi, senilai total $42 miliar (sekitar Rp682 triliun) per tahun. Jika diterapkan, produk-produk ini bisa menjadi jauh lebih mahal di pasar Amerika Serikat.
Trump juga mengatakan telah memerintahkan penyelidikan berdasarkan Pasal 301 terhadap Brasil. Aturan ini membuat AS dapat memberikan sanksi dagang terhadap negara yang menghambat kepentingan perdagangan digitalnya.
Presiden Lula merespons ancaman itu dengan tegas dan menolak campur tangan asing. Ia menegaskan bahwa Brasil adalah negara berdaulat yang berhak mengatur aktivitas digitalnya sendiri.
"Brasil adalah negara berdaulat dengan institusi independen yang tidak akan menerima bimbingan oleh siapa pun," ujar Lula dalam postingannya di Facebook.
Lula juga menyatakan bahwa semua perusahaan, termasuk raksasa teknologi asing, wajib tunduk pada hukum Brasil. Menurutnya, pengawasan terhadap media sosial ditujukan untuk melindungi demokrasi, bukan membungkam kebebasan berekspresi.
"Jangan disamakan dengan agresi atau praktik kekerasan," tulis Lula.
Perselisihan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan global terkait regulasi teknologi digital. Pajak digital dan sensor konten kini menjadi sumber konflik antara negara pengembang teknologi dan negara tempat mereka beroperasi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana kekuatan teknologi dan ekonomi digunakan sebagai alat tekanan politik global. Trump tampaknya ingin memengaruhi kebijakan digital Brasil demi kepentingan perusahaan AS dan sekutunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








