Makna Hari Nelson Mandela 18 Juli dan Perannya dalam Mendorong Teknologi untuk Kemanusiaan

AKURAT.CO Setiap tanggal 18 Juli, dunia memperingati Hari Nelson Mandela Internasional untuk mengenang perjuangannya melawan apartheid dan membela hak asasi manusia. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahirnya pada 18 Juli 1918.
Peringatan ini menjadi ajakan bagi masyarakat dunia untuk menyumbangkan 67 menit waktunya demi kebaikan, simbol 67 tahun pengabdian Mandela. Nilai-nilai perjuangannya kini makin relevan di era digital.
Teknologi memainkan peran penting dalam memperluas dampak sosial. Berbagai aplikasi dan platform digital kini digunakan untuk donasi daring, gerakan sosial, hingga kampanye kesetaraan melalui media sosial.
Semangat Mandela hidup dalam berbagai aksi digital yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Melalui teknologi, nilai-nilainya terus diteruskan dan diwujudkan dalam bentuk nyata.
Baca Juga: Serunya Wisata Safari Hingga Mengenal Sejarah Nelson Mandela di Afrika Selatan
Di Indonesia, teknologi dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan dan memberdayakan masyarakat kurang mampu. Contohnya terlihat pada platform belajar online, aplikasi literasi digital dan layanan kesehatan daring.
Tak hanya itu, Kecerdasan buatan (AI) juga dikembangkan untuk mendeteksi ujaran kebencian, menerjemahkan lintas bahasandan menganalisis data sosial. Inovasi ini mencerminkan nilai-nilai Mandela dalam era modern.
Mandela pernah berkata, "Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia." Kini, kalimat itu bisa diperluas, yaitu teknologi adalah jembatan untuk keadilan sosial, jika digunakan secara bijak.
Dikutip dari situs resmi United Nations, Jumat (18/7/2025), ia mengajak masyarakat global menjadikan Hari Mandela bukan sekadar peringatan, tetapi ajakan untuk bertindak. Di era digital, aksi sosial tidak harus fisik, bisa dimulai dari layar ponsel.
Dengan semangat Mandela, saatnya kita gunakan teknologi bukan hanya untuk hiburan atau keuntungan pribadi, tetapi juga untuk mewujudkan dunia yang lebih adil, setara dan berperikemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








