Akurat
Pemprov Sumsel

Penggabungan Lubang Hitam Dinilai Tak Mampu Atasi Misteri Ketegangan Hubble

Petrus C. Vianney | 26 Agustus 2025, 22:44 WIB
Penggabungan Lubang Hitam Dinilai Tak Mampu Atasi Misteri Ketegangan Hubble

AKURAT.CO Misteri ketegangan Hubble atau perbedaan pengukuran laju ekspansi alam semesta terus membingungkan ilmuwan. Salah satu dugaan solusi adalah hilangnya massa akibat penggabungan lubang hitam.

Sejak tahun 2022, astronom menemukan perbedaan mencolok antara nilai konstanta Hubble dari pengamatan alam semesta awal dan alam semesta modern. Perbedaan ini semakin melebar dari waktu ke waktu, sehingga memicu berbagai teori baru.

Salah satu hipotesis menyebut bahwa massa alam semesta bisa berkurang melalui peristiwa penggabungan lubang hitam. Ketika dua lubang hitam bertabrakan, sebagian besar massa berubah menjadi energi berupa gelombang gravitasi.

Fenomena ini terbukti dapat 'menghancurkan' materi dalam jumlah besar di alam semesta. Gelombang gravitasi tersebut dapat terukur dengan instrumen seperti LIGO dan memberikan bukti nyata dari proses tersebut.

Namun, tim astrofisikawan dari Universitas Vanderbilt menemukan bahwa mekanisme ini tidak cukup untuk menjelaskan ketegangan Hubble. Laju penggabungan lubang hitam yang ada di alam semesta terlalu rendah.

Menurut perhitungan, jumlah penggabungan nyata hanya sekitar 1/10.000 dari yang dibutuhkan untuk menjelaskan perbedaan pengukuran konstanta Hubble. Artinya, fenomena ini tidak bisa menjadi solusi utama atas misteri tersebut.

Dikutip dari Space, Selasa (26/8/2025), hasil penelitian ini telah dipublikasikan di basis data pracetak arXiv, meski belum melalui tinjauan sejawat. Meski begitu, temuan ini tetap dianggap penting karena mempersempit ruang kemungkinan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa penyelesaian misteri kosmik membutuhkan penelitian mendalam dan konsisten. Hanya dengan kerja teliti dan berkesinambungan, jawaban atas ketegangan Hubble bisa ditemukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.