Penggabungan Lubang Hitam Dinilai Tak Mampu Atasi Misteri Ketegangan Hubble

AKURAT.CO Misteri ketegangan Hubble atau perbedaan pengukuran laju ekspansi alam semesta terus membingungkan ilmuwan. Salah satu dugaan solusi adalah hilangnya massa akibat penggabungan lubang hitam.
Sejak tahun 2022, astronom menemukan perbedaan mencolok antara nilai konstanta Hubble dari pengamatan alam semesta awal dan alam semesta modern. Perbedaan ini semakin melebar dari waktu ke waktu, sehingga memicu berbagai teori baru.
Salah satu hipotesis menyebut bahwa massa alam semesta bisa berkurang melalui peristiwa penggabungan lubang hitam. Ketika dua lubang hitam bertabrakan, sebagian besar massa berubah menjadi energi berupa gelombang gravitasi.
Fenomena ini terbukti dapat 'menghancurkan' materi dalam jumlah besar di alam semesta. Gelombang gravitasi tersebut dapat terukur dengan instrumen seperti LIGO dan memberikan bukti nyata dari proses tersebut.
Namun, tim astrofisikawan dari Universitas Vanderbilt menemukan bahwa mekanisme ini tidak cukup untuk menjelaskan ketegangan Hubble. Laju penggabungan lubang hitam yang ada di alam semesta terlalu rendah.
Menurut perhitungan, jumlah penggabungan nyata hanya sekitar 1/10.000 dari yang dibutuhkan untuk menjelaskan perbedaan pengukuran konstanta Hubble. Artinya, fenomena ini tidak bisa menjadi solusi utama atas misteri tersebut.
Dikutip dari Space, Selasa (26/8/2025), hasil penelitian ini telah dipublikasikan di basis data pracetak arXiv, meski belum melalui tinjauan sejawat. Meski begitu, temuan ini tetap dianggap penting karena mempersempit ruang kemungkinan.
Para ilmuwan menegaskan bahwa penyelesaian misteri kosmik membutuhkan penelitian mendalam dan konsisten. Hanya dengan kerja teliti dan berkesinambungan, jawaban atas ketegangan Hubble bisa ditemukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








