Komdigi Dorong Satu Data untuk Percepat Transformasi Digital

AKURAT.CO Transformasi digital nasional sulit optimal tanpa penerapan Satu Data dan interoperabilitas antarinstansi. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Mira Tayyiba, menekankan data tunggal penting agar kebijakan publik lebih tepat sasaran.
"Untuk PKH ada 4,3 juta keluarga, untuk sembako ada 6,8 juta keluarga yang salah sasaran. Hal ini terjadi karena ada data duplikasi dan data yang tidak diperbarui," ujar Mira dalam keterangan resminya, dikutip Senin (22/9/2025).
Mira menyebut transformasi digital hanya bisa berjalan cepat jika didukung infrastruktur, SDM, keamanan siber, serta tata kelola yang kuat. Ia menekankan pentingnya kesamaan visi agar arah digitalisasi jelas dan konsisten.
Komdigi menekankan pentingnya perubahan pelayanan publik dari government centric ke user centric. Dengan konsep ini, masyarakat cukup sekali menyerahkan data untuk mengakses berbagai layanan.
"Sekarang kita memiliki yang disebut mal pelayanan publik. Yang ingin kita ubah adalah user centric, di mana masyarakat cukup sekali menyampaikan data ke pemerintah, lalu pemerintah yang berbagi dan menggunakan data. Konsekuensi dari perubahan ini sangat besar," jelasnya.
Lebih jauh, Mira menyinggung rencana pembangunan pusat data nasional yang tidak lagi sentralistik. Ke depan, pendekatan berbasis ekosistem akan diutamakan, dengan melibatkan instansi pemerintah maupun swasta.
Ia menegaskan kolaborasi multipihak harus tetap mengikuti standar keamanan dan regulasi yang berlaku. Selain itu, data juga wajib dijaga agar tetap berada di Indonesia.
"Kalau sebelumnya penyelenggaraan pusat data ini bersifat Kominfo atau Komdigi centric, artinya hanya pusat data yang Komdigi selenggarakan, ke depan kita akan membangun ekosistem," pungkas Mira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






