Akurat
Pemprov Sumsel

Meta Diduga Sembunyikan Temuan Soal Dampak Negatif Media Sosial, Pengadilan AS Ungkap Fakta Baru

Petrus C. Vianney | 25 November 2025, 18:54 WIB
Meta Diduga Sembunyikan Temuan Soal Dampak Negatif Media Sosial, Pengadilan AS Ungkap Fakta Baru

AKURAT.CO Meta kembali disorot setelah dokumen pengadilan di Amerika Serikat menuding perusahaan itu menutupi temuan internal tentang dampak negatif Facebook pada kesehatan mental.

Tuduhan ini muncul dalam gugatan yang diajukan sejumlah distrik sekolah terhadap Meta dan platform lain.

Berkas yang tidak disunting itu menyebut Meta menjalankan studi bernama Project Mercury pada 2020 bersama Nielsen. Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat dampak jeda penggunaan Facebook selama satu minggu.

Hasil penelitian menunjukkan pengguna yang berhenti sementara mengalami penurunan rasa depresi, kecemasan, kesepian dan perbandingan sosial. Temuan ini kemudian memicu kekhawatiran di internal perusahaan.

Meta memilih menghentikan penelitian itu dan menilai hasilnya terpengaruh oleh pemberitaan negatif. Namun, beberapa staf menegaskan temuan tersebut valid dan memperingatkan bahwa menutupinya dapat menyerupai praktik industri rokok yang menyembunyikan risiko produk.

Berkas gugatan menuding Meta menyangkal kepada Kongres bahwa mereka dapat menilai dampak produknya pada remaja, meski dokumen internal menunjukkan hubungan kausal. Menanggapi hal itu, juru bicara Meta Andy Stone mengatakan penelitian tersebut dihentikan karena dinilai memiliki metode yang lemah.

"Catatan lengkap akan menunjukkan bahwa selama lebih dari satu dekade, kami telah mendengarkan orang tua, meneliti masalah yang paling penting dan membuat perubahan nyata untuk melindungi remaja," katanya, dikutip dari Reuters, Selasa (25/11/2025).

Gugatan dari firma hukum Motley Rice tidak hanya menyoroti Meta, tetapi juga Google, TikTok dan Snapchat. Para penggugat menilai perusahaan-perusahaan itu menyembunyikan risiko platform dari orang tua dan sekolah, sekaligus mendorong penggunaan oleh anak-anak di bawah umur.

Beberapa tuduhan lain terhadap Meta mencakup fitur keamanan remaja yang dianggap tidak efektif dan toleransi tinggi terhadap upaya perdagangan seks sebelum akun dihapus. Perusahaan juga dinilai lebih fokus pada pertumbuhan sehingga remaja makin terekspos konten berbahaya.

Meta membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan kebijakan keamanannya sudah berjalan dengan baik. Meta juga menyatakan terus meningkatkan perlindungan bagi pengguna muda.

Dokumen internal yang menjadi dasar tuduhan tersebut belum dipublikasikan dan kini tengah diperdebatkan di pengadilan. Sidang lanjutan terkait kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari di Pengadilan Distrik California Utara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.