Maxim Indonesia Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Transportasi Digital yang Inklusif

AKURAT.CO Maxim Indonesia menggelar forum panel dan dialog interaktif bertema 'Sinergi Ekosistem Transportasi Digital dan Inovasi untuk Ekonomi Indonesia yang Inklusif'. Acara ini menjadi ruang kolaborasi Maxim dan lembaga pemerintah untuk memperkuat ekosistem transportasi digital.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Kementerian UMKM dan BPJS Ketenagakerjaan. Mitra pengemudi Maxim juga turut hadir dalam diskusi ini.
Dalam forum itu, Maxim menyampaikan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pembahasan regulasi transportasi daring. Pembahasan ini mencakup struktur tarif dan komisi yang menjadi perhatian utama.
Perusahaan juga menegaskan dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM. Selain itu, Maxim berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi digital bersama Kementerian Koordinator Perekonomian RI.
Pada aspek perlindungan mitra, Maxim memperkuat upayanya melalui Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI) untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan pengemudi. Mitra juga didorong memanfaatkan program jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyatakan bahwa transportasi daring telah menjadi unsur penting dalam ekonomi digital nasional. Ia menjelaskan bahwa sektor ini tidak hanya menyediakan layanan mobilitas yang efisien, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.
"Dengan penerapan komisi aplikasi maksimal 15 persen, Maxim memberikan peluang lebih besar bagi mitra untuk meningkatkan pendapatannya, sekaligus menjaga tarif tetap terjangkau bagi pengguna," ujarnya, saat bincang media yang digelar di Kantor Maxim, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025).
Kepala Direktorat Angkutan Tidak Dalam Trayek Kementerian Perhubungan, Utomo Harmawan, menegaskan bahwa pemerintah berupaya menghadirkan regulasi yang inklusif. Pemerintah juga terbuka terhadap masukan.
"Kami juga terbuka terhadap saran dan masukan dari seluruh pihak, karena kebijakan yang efektif bisa lahir jika dirumuskan bersama dan mencerminkan kebutuhan para pelaku di lapangan," kata Utomo.
Para peserta sepakat bahwa sinergi jangka panjang antara pemerintah dan pelaku industri penting dilakukan. Forum ini diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






