Akurat
Pemprov Sumsel

OpenAI Akuisisi Startup Kesehatan Torch Senilai Rp1,6 Triliun untuk Perkuat ChatGPT Health

Petrus C. Vianney | 14 Januari 2026, 18:40 WIB
OpenAI Akuisisi Startup Kesehatan Torch Senilai Rp1,6 Triliun untuk Perkuat ChatGPT Health

AKURAT.CO OpenAI mengumumkan telah mengakuisisi startup teknologi kesehatan bernama Torch dengan nilai transaksi yang tidak dipublikasikan. Namun, sumber anonim menyebutkan nilai kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai $100 juta (sekitar Rp1,6 triliun).

Torch merupakan startup kecil dengan tim beranggotakan empat orang yang fokus mengembangkan aplikasi pengelolaan data medis berbasis kecerdasan buatan. Seluruh tim Torch kini resmi bergabung dan menjadi bagian dari OpenAI.

Aplikasi yang dikembangkan Torch bertujuan menggabungkan berbagai catatan kesehatan pengguna dalam satu sistem terpadu. Data tersebut mencakup riwayat kunjungan dokter, hasil tes laboratorium, data perangkat wearable, hingga layanan tes kesehatan konsumen.

Teknologi Torch disebut sebagai 'memori medis untuk AI' yang mampu menyatukan informasi kesehatan yang tersebar. Pendekatan ini membuat sistem AI dapat memahami kondisi kesehatan pengguna secara lebih kontekstual dan menyeluruh.

Salah satu pendiri Torch, Ilya Abyzov, mengungkapkan bahwa timnya terbentuk saat bekerja di Forward Health. Perusahaan klinik berbasis AI tersebut diketahui tutup mendadak pada akhir 2024 meski telah mengumpulkan pendanaan lebih dari $400 juta (sekitar Rp6,7 triliun).

"Tim Torch dan saya bergabung dengan OAI untuk membantu membangun ChatGPT Health menjadi alat AI terbaik di dunia untuk kesehatan dan kebugaran," tulis @IlyaAbyzov dalam unggahannya di X, dikutip Selasa (13/1/2026).

Melalui akuisisi ini, teknologi Torch akan diintegrasikan ke dalam layanan ChatGPT Health. Layanan tersebut dirancang untuk membantu pengguna menganalisis dan mengelola kesehatan dengan dukungan kecerdasan buatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.