Akurat
Pemprov Sumsel

Charger HP Cepat Rusak Akibat Kebiasaan Melilit Kabel dan Penggunaan Saat Mengisi Daya

Eko Krisyanto | 24 Januari 2026, 20:52 WIB
Charger HP Cepat Rusak Akibat Kebiasaan Melilit Kabel dan Penggunaan Saat Mengisi Daya

AKURAT.CO Charger ponsel menjadi salah satu aksesori yang paling sering digunakan, tetapi juga paling cepat rusak.

Banyak pengguna mengeluhkan kabel charger yang tiba-tiba tidak mengisi daya, kepala charger terasa panas berlebihan, atau konektor longgar meski usia pemakaian belum lama.

Padahal, dalam banyak kasus, kerusakan tersebut bukan semata karena kualitas produk, melainkan akibat kebiasaan penggunaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele.

Baca Juga: Penyebab Charger HP Cepat Rusak dan Tips Agar Lebih Tahan Lama

Fenomena charger cepat rusak ini dialami oleh pengguna berbagai merek ponsel, baik kelas menengah maupun premium.

Masalahnya muncul di rumah, di kantor, hingga di tempat umum, dan sering terjadi tanpa disadari.

Ketika charger mulai bermasalah, aktivitas sederhana seperti mengisi daya ponsel pun ikut terganggu.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat charger handphone cepat rusak, kapan kerusakan itu mulai terjadi, dan bagaimana kebiasaan pengguna berperan besar dalam memperpendek usia charger?

Tekanan pada Kabel Jadi Pemicu Utama Kerusakan

Salah satu penyebab paling umum charger cepat rusak berasal dari bagian kabel, bukan kepala charger.

Di dalam kabel charger terdapat serat tembaga halus yang berfungsi menghantarkan listrik dari sumber daya ke perangkat. Serat ini bersifat lentur, tetapi sangat sensitif terhadap tekanan, tarikan, dan lipatan berulang.

Kerusakan biasanya tidak terjadi secara instan. Prosesnya bertahap yakni, dimulai dari kabel yang sering ditekuk di titik yang sama, kemudian serat di dalamnya melemah, hingga akhirnya putus sebagian atau seluruhnya.

Inilah alasan mengapa charger masih terlihat utuh dari luar, tetapi sudah tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Iphone 15 Hadirkan Charger Tipe-C, Apa Sama Dengan Android?

Apakah Kabel Charger yang Dililit Berpengaruh?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya iya, sangat berpengaruh, terutama jika dilakukan dengan cara yang salah.

Melilit kabel charger terlalu kencang, apalagi dengan sudut tajam atau tekanan di satu titik, dapat merusak struktur serat di dalam kabel.

Kebiasaan menggulung kabel dengan paksa, menariknya hingga lurus, lalu melingkarkannya rapat-rapat di sekitar kepala charger adalah salah satu penyebab paling cepat membuat kabel rusak.

Masalahnya bukan pada kegiatan melilit itu sendiri, melainkan cara melilitnya.

Kabel charger seharusnya digulung mengikuti lengkungan alaminya, tanpa ditekan atau dipelintir.

Jika dililit sembarangan setiap hari, kerusakan serat tembaga hanya tinggal menunggu waktu.

Penggunaan Saat Mengisi Daya Membebani Charger

Kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang diisi daya juga berkontribusi besar terhadap kerusakan charger.

Ketika ponsel digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain gim, menonton video, atau panggilan video sambil dicas, aliran listrik menjadi tidak stabil.

Charger harus bekerja lebih keras karena daya yang masuk langsung terpakai, bukan tersimpan di baterai. Kondisi ini menyebabkan suhu pada kepala charger dan kabel meningkat.

Panas berlebih yang terjadi secara berulang dapat mempercepat keausan komponen di dalam charger, baik pada adaptor maupun kabelnya.

Tarikan Kabel yang Merusak dari Dalam

Cara mencabut charger sering kali luput dari perhatian.

Banyak pengguna mencabut charger dari stop kontak atau dari ponsel dengan menarik bagian kabel, bukan kepala konektornya. Tarikan ini langsung mengenai sambungan antara kabel dan konektor, bagian paling rentan pada charger.

Dalam jangka panjang, sambungan tersebut akan mengendur, lapisan pelindung bisa retak, dan serat di dalamnya berisiko putus. Kerusakan jenis ini sering ditandai dengan kondisi charger yang hanya berfungsi jika kabel diposisikan tertentu.

Kualitas Listrik dan Lingkungan Turut Berperan

Selain kebiasaan pengguna, kondisi sumber listrik juga memengaruhi usia charger. Tegangan listrik yang tidak stabil, stop kontak longgar, atau penggunaan terminal listrik berkualitas rendah dapat membuat arus listrik naik-turun secara tidak wajar.

Charger yang terus-menerus menerima aliran listrik tidak stabil akan lebih cepat panas dan mengalami penurunan performa.

Ditambah lagi, meletakkan charger di tempat lembap, dekat air, atau sering terinjak juga meningkatkan risiko kerusakan, baik pada kabel maupun kepala charger.

Charger Murah dan Produk Tiruan Lebih Rentan Rusak

Banyak pengguna tergoda membeli charger murah tanpa mempertimbangkan kualitas dan standar keamanannya.

Produk tiruan atau aksesori tanpa sertifikasi umumnya menggunakan material yang lebih tipis dan sistem pengaman yang minim.

Akibatnya, charger jenis ini tidak hanya lebih cepat rusak, tetapi juga berisiko merusak baterai ponsel.

Dalam kondisi tertentu, charger berkualitas rendah dapat menyebabkan panas berlebih, korsleting, hingga kerusakan pada perangkat.

Cara Sederhana Agar Charger Lebih Awet

Untuk memperpanjang usia charger, pengguna disarankan mulai memperhatikan kebiasaan kecil dalam penggunaan sehari-hari.

Menggulung kabel dengan longgar, mencabut charger dari kepala konektor, menghindari penggunaan ponsel berat saat dicas, serta menyimpan charger di tempat aman dan kering adalah langkah sederhana yang berdampak besar.

Selain itu, menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi perangkat dan memastikan sumber listrik stabil juga membantu menjaga performa charger tetap optimal.

Memahami penyebab charger cepat rusak sejak awal menjadi langkah penting agar pengguna tidak terus-menerus mengganti charger, sekaligus menjaga perangkat tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

Mutiara MY (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R