Rusia Diduga Bantu Iran dengan Intelijen, China Beri Dukungan Teknologi Satelit

AKURAT.CO Konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel memicu spekulasi tentang keterlibatan negara lain. Situasi yang memanas membuat berbagai laporan internasional menyoroti kemungkinan dukungan dari kekuatan global.
Beberapa media menyebut Iran kemungkinan tidak sepenuhnya bertindak sendiri. Ada indikasi bantuan dari Rusia berupa intelijen serta dukungan teknologi satelit dari China.
Rusia Disebut Berbagi Informasi Intelijen
Beberapa pejabat Amerika Serikat menyebut Rusia diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi aset militer AS di Timur Tengah. Data tersebut mencakup lokasi kapal perang, pesawat militer, serta sejumlah fasilitas strategis di kawasan.
Informasi ini dinilai berpotensi membantu Iran dalam menentukan target serangan terhadap pasukan atau instalasi militer AS. Kerja sama intelijen tersebut muncul seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, sebagaimana dikutip dari Military Times, Selasa (10/3/2026).
Meski begitu, pejabat AS menegaskan belum ada bukti bahwa Rusia terlibat langsung dalam operasi militer Iran. Dukungan yang disebut sejauh ini lebih berupa pertukaran informasi, bukan pengendalian strategi tempur.
China Terlibat lewat Teknologi Satelit
Selain Rusia, China juga disebut memiliki peran tidak langsung melalui kerja sama teknologi pertahanan dengan Iran. Salah satu yang sering dibahas adalah penggunaan sistem navigasi satelit BeiDou, alternatif dari GPS milik Amerika Serikat.
Iran diketahui mulai beralih dari GPS ke BeiDou untuk memperkuat kemandirian sistem navigasi militernya. Teknologi ini dapat digunakan untuk kebutuhan posisi, navigasi dan penentuan waktu dalam operasi militer seperti drone maupun rudal.
Dikutip dari The Defense News, peralihan tersebut juga bertujuan mengurangi risiko gangguan atau pemblokiran sinyal GPS oleh pihak lawan saat konflik berlangsung. Dengan sistem alternatif ini, Iran dapat menjaga stabilitas navigasi militernya meski terjadi perang elektronik.
Aliansi Strategis yang Semakin Menguat
Dikutip dari Al Jazeera, hubungan Iran dan Rusia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2025, kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama ekonomi, politik dan keamanan.
Di sisi lain, hubungan Iran dengan China juga terus berkembang melalui berbagai kesepakatan jangka panjang. Kerja sama tersebut mencakup sektor teknologi, energi, hingga keamanan digital.
Perang Modern Tak Lagi Hanya Soal Senjata
Kasus ini menunjukkan bahwa konflik modern tidak hanya bergantung pada kekuatan militer konvensional. Dukungan intelijen, teknologi satelit, hingga sistem navigasi global menjadi faktor penting dalam meningkatkan akurasi serangan dan efektivitas operasi militer.
Bagi Iran, kolaborasi teknologi dengan Rusia dan China berpotensi memperkuat kemampuan militernya sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem teknologi Barat. Namun hingga kini, belum ada bukti publik yang menunjukkan bahwa negara-negara tersebut terlibat langsung dalam operasi tempur Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






