Akurat Logo

Gandeng HGI Research Centre di Shanghai, Disdik Jatim Siap Cetak Talenta Digital Berkompetensi Global

Nuzulul Karamah | 16 Juni 2026, 17:33 WIB
Gandeng HGI Research Centre di Shanghai, Disdik Jatim Siap Cetak Talenta Digital Berkompetensi Global
Gandeng HGI Research Centre di Shanghai, Disdik Jatim Siap Cetak Talenta Digital Berkompetensi Global. Cr: Istimewa

AKURAT.CO Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur terus bergerak cepat dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi sengitnya persaingan di era digital.

Langkah strategis terbaru diambil melalui kerja sama internasional dengan HGI Research Centre yang ditandai lewat penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Shanghai, Tiongkok.

​Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan mekanisme komunikasi berkelanjutan serta penjajakan berbagai program konkret.

Mulai dari integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, hingga program pertukaran dan kolaborasi internasional.

Baca Juga: Kesenjangan Talenta Digital Anak Muda Indonesia Kian Terlihat, AI Turut Memperlebar Skill Gap

​Prosesi penandatanganan LoI ini dilakukan di tengah rangkaian kunjungan resmi delegasi Disdik Jatim ke Shanghai pada 8-12 Juni 2026.

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., delegasi disambut hangat oleh pihak HGI Research Centre untuk mengikuti serangkaian diskusi mendalam, kunjungan lapangan, serta pertukaran ilmu bersama sejumlah institusi pendidikan vokasi terkemuka di Shanghai.

​Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menekankan bahwa esensi dari pendidikan vokasi modern melampaui sekadar penguasaan alat atau teknologi yang sedang tren.

​“Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen.

Baca Juga: Indonesia - Tiongkok Sepakat Perkuat Kerja Sama AI dan Pengembangan Talenta Digital

​Langkah berani ini disambut positif oleh Dr. Aries Agung Paewai.

Menurutnya, sektor industri digital saat ini memegang peranan krusial sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi regional.

​“Melalui kolaborasi dengan HGI Research Center dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegas Aries.

​Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam diskusi antara Disdik Jatim dan HGI Research Centre adalah penerapan konsep pembelajaran inovatif bernama “Chinese + Class Skill."

Model ini mengawinkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang diaplikasikan langsung dalam konteks industri nyata.

​Melalui pendekatan adaptif ini, siswa tidak hanya belajar bahasa secara teori, melainkan langsung mempraktikkannya dalam ekosistem industri kreatif seperti desain gim, media digital, hingga produksi konten.

Pola mengajar seperti ini dinilai ampuh membekali siswa dengan kemampuan teknis sekaligus keahlian komunikasi lintas budaya yang sangat dicari di pasar kerja global.

​Tak hanya itu, kedua belah pihak juga mematangkan rencana penyusunan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi berskala internasional, serta penguatan kemitraan yang menjembatani sekolah dengan dunia usaha (DUDI) di sektor ekonomi digital.

​Guna melihat langsung implementasi nyata dari integrasi industri dan pendidikan, delegasi Disdik Jatim berkesempatan mengunjungi tiga institusi pendidikan vokasi ternama di Shanghai, yakni Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, dan Shanghai Arts and Crafts Vocational College.

​Di sana, para delegasi menyaksikan langsung bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan dalam proses produksi animasi, pembuatan gim, pengelolaan media digital, hingga alat pelestarian kebudayaan.

​Kunjungan ini turut mendapat atensi penuh dari Pemerintah Shanghai. Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Wang Zhenfei, memaparkan bagaimana wilayahnya sukses membangun sistem pendidikan yang lincah mengikuti perkembangan zaman.

​Wang Zhenfei menjelaskan bahwa Putuo saat ini menaungi 160 institusi pendidikan dengan total lebih dari 100.000 siswa dan sekitar 12.000 tenaga pendidik.

Sejak tahun 2020, wilayah ini telah menerapkan pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI) hingga menjadikannya salah satu dari tiga kawasan percontohan pendidikan AI terbaik di Shanghai.

​Melalui sinergi global ini, Disdik Jatim dan HGI Research Centre optimistis mampu membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda Jawa Timur untuk meraih keterampilan yang relevan, wawasan global, dan pengalaman nyata yang dicari industri masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.