Menkeu Harap IIF Solutif Soal Pembiayaan Infrastruktur di 3 Sektor Ini

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap IIF (Indonesia Infrastructure Finance) terus berperan dalam mendorong pertumbuhan infrastruktur di Indonesia melalui pembiayaan, sesuai mandat yang diberikan saat pendiriannya.
Menurutnya, saat ini setidaknya ada tiga isu yang perlu peran IIF agar persoalan tersebut bisa selesai, yakni infrastruktur ketahanan pangan, air bersih hingga internet.
"Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu, Saya berharap IIF senantiasa dapat menjadi pemberi solusi dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia," ujarnya di sela IF's Anniversary Dialogue bertajuk The Dynamics of Sustainable Infrastructure Financing and Its Roles In Achieving Food Security, di St Regis Hotel, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: Pesan Menkeu ke IIF: Terus Jaga Tata Kelola yang Baik
Diketahui, IIF sudah beroperasi selama 14 tahun di Indonesia. Awal dibentuk pada 15 Januari 2010 lalu, IIF diberi mandat untuk menjadi katalisator pada pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui aktivitas pembiayaan yang disalurkan.
Menurut Sri Mulyani, IMF harus peka terhadap permasalahan minimnya infrastruktur di beberapa sektor yang disebut tadi. Terkait ketahanan pangan misalnya, penduduk Indonesia diproyeksi akan terus bertumbuh ke depan. Maka dari itu, kebutuhan pangan harus dipenuhi.
Jumlah populasi di Indonesia akan meningkat karena pertumbugan penuduk Indonesia di Indonesia masih positif kita akan meningkat mencapai 350 juta penduduk di Indonesia itu tentu membutuhkan antisipasi dan jawaban dari sekarang.
Sri Mulyani mengharapkan PT IIF mengambil peran untuk menyelesaikan persoalan itu sesuai tugas dan fungsinya.
"Saya berharap kita tidak selalu membuat the perfect sebagai enemy dari hal-hal yang baik yang harus dilakukan kalau kita melakukan kesempurnaan sebagai musuh di dalam melakukan perbaikan maka kita akan berbuat," ujarnya.
Ditambahkan, tak hanya soal ketahanan pangan, infrastruktur air bersih hingga internet juga perlu menjadi perhatian.
"Karena kita menunggu sampai sempurna masalahnya terus melakukan suatu pembangunan infrastruktur yang mungkin dan pastinya tidak perfect tapi dia tidak menjadi sesuatu yang menimbulkan masalah yang tidak bisa ditangani," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










