Soal Program Renovasi Rumah Pesisir, Wamen Fahri Hamzah: Yang Kenal Rakyat Lebih Baik Pemerintah Daerah
Hefriday | 2 Agustus 2025, 22:42 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menegaskan pentingnya akurasi data dalam pelaksanaan proyek pembangunan pemerintah pusat.
Menurutnya, setiap program pembangunan harus berlandaskan pada data yang dimiliki oleh pemerintah daerah, karena merekalah yang lebih mengenal kondisi riil masyarakat.
“Pemerintah pusat tidak mengenal rakyat. Yang mengenal rakyat lebih baik adalah pemerintah daerah, apalagi ketua RT. Siapa yang lagi sakit, siapa suami istri yang sedang bertengkar, itu pemerintah lokal lebih ngerti,” ujar Fahri dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2025).
Fahri mengkritisi praktik selama ini di mana proyek-proyek dari pusat sering kali dijalankan tanpa koordinasi dan verifikasi yang memadai dari pemerintah daerah. Hal ini, katanya, menyebabkan banyak proyek yang akhirnya mangkrak dan tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, proyek yang "dijatuhkan" langsung ke daerah tanpa kajian lokal kerap kali salah sasaran. “Kalau bawa proyek ngedrop, kadang-kadang didrop di tempat yang salah, akhirnya mangkrak dan tidak diteruskan. Itu tidak boleh kita lakukan lagi,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Fahri mendorong adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia meyakini bahwa pendekatan berbasis data lokal akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Fahri menyerukan usulan tersebut dalam konteks program restorasi atau renovasi perumahan di kawasan pesisir.
Pada tahun ini, Kementerian PKP akan memprioritaskan program restorasi dan renovasi kawasan pesisir sebagai bagian dari pembangunan kawasan prioritas nasional. Program ini akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Presiden telah menginstruksikan agar 1.000 kawasan pesisir dikelola oleh KKP. Sisanya akan ditangani oleh Kementerian PKP,” jelas Fahri.
Hal ini merupakan langkah awal dalam upaya menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir melalui pembangunan yang relevan dan terkoordinasi.
Dari sekitar 13.000 kawasan pesisir yang ada di Indonesia, sebanyak 1.300 kawasan atau sekitar 10% akan menjadi target penataan. Untuk setiap kawasan, pemerintah mengalokasikan anggaran rata-rata antara Rp20 miliar hingga Rp22 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







