AHY Dorong Hunian Vertikal Dekat Transportasi Massal

AKURAT.CO Pemerintah mulai mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan transportasi publik sebagai bagian dari program 3 juta rumah untuk mengatasi backlog perumahan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pembangunan hunian dalam program tersebut juga memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.
Pencanangan pembangunan hunian dilakukan di area aset perusahaan tersebut pada Senin, sebagai bagian dari pelaksanaan program nasional penyediaan 3 juta rumah.
Menurut AHY, program tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.
Baca Juga: AHY Pastikan 93,5 Persen Jalan Nasional dalam Kondisi Baik untuk Mudik 2026
"Beliau kokoh dalam komitmen dan sejak awal meyakini bahwa keluarga yang sehat itu berawal dari rumah yang baik," kata AHY dalam kegiatan pencanangan program tersebut.
Program tiga juta rumah ditujukan untuk mengatasi backlog perumahan, yakni kesenjangan antara kebutuhan rumah masyarakat dengan jumlah rumah yang tersedia.
Masalah backlog perumahan telah menjadi tantangan lama di Indonesia. Data pemerintah menunjukkan kebutuhan hunian terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.
Pemerintah menargetkan pembangunan rumah dalam skala besar untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak dan terjangkau.
Dalam konteks perkotaan, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala utama pembangunan perumahan horizontal.
Karena itu, pemerintah mendorong konsep hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD), yaitu pembangunan kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Baca Juga: AHY: Indonesia Tak Boleh Jadi Penonton di Negeri Sendiri
Menurut AHY, tren global juga menunjukkan sekitar 70% populasi dunia diperkirakan akan tinggal dan beraktivitas di kawasan perkotaan.
Pengembangan sektor perumahan dinilai memiliki efek berganda terhadap ekonomi nasional. AHY menyebut pembangunan perumahan berpotensi menggerakkan sedikitnya 180 sektor industri yang terkait dengan konstruksi, material bangunan, hingga layanan pendukung lainnya.
Selain itu, pembangunan hunian rakyat juga berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Pemanfaatan aset transportasi seperti lahan milik PT KAI juga dinilai dapat mempercepat penyediaan lahan siap bangun yang memiliki status hukum jelas.
Ke depan, lanjut AHY, akan mengoordinasikan sejumlah kementerian untuk membangun ekosistem perumahan terpadu, termasuk sektor pertanahan, pekerjaan umum, transportasi, dan kawasan permukiman.
Model hunian vertikal berbasis TOD di kawasan Manggarai diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan perumahan perkotaan yang lebih terintegrasi, sekaligus mendukung target program 3 juta rumah secara nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











