Menteri Maruarar Sirait Bakal Bangun 1.000 Unit Rusun Murah di Lahan Milik KAI

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkap pihaknya bakal membangun 1.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Kepastian tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau kawasan Stasiun Jakarta Kota bersama dengan Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.
“Nah, kita sedang survei, kita siapkan aturan juga, aturan soal rumah susun subsidi. Dan juga kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” kata Maruarar di kawasan Parkir Kemukus Stasiun Jakatra Kota, Minggu (5/4/2025).
Baca Juga: Rusun Senen Mulai Dibangun Mei 2026, Relokasi Warga Dipercepat
Maruarar menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di kawasan perkotaan.
Dirinya menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi yang memungkinkan lahan milik negara, BUMN, kementerian, maupun pemerintah daerah dimanfaatkan untuk pembangunan rusun subsidi.
“Kemudian juga yang membangun bisa juga BUMN, bisa juga kementerian, bisa juga dari swasta. Pembiayaannya juga bisa dari APBN, bisa dari CSR, dan berbagai macam skema-skema lain,” ujarnya.
Astra Akan Ambil Bagian
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar mengumumkan bahwa pihak PT Astra International berkomitmen untuk membangun 1.000 unit rusun layak huni.
Chief of Corporate Affairs PT Astra International, Boy Kelana Soebroto, mengatakan hunian tersebut akan terdiri dari unit seluas 35 meter persegi dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
“Seribu unit layak huni rumah susun. Satu unitnya ada dua kamar, ukurannya 35 meter, ada satu kamar mandinya juga. Segera (siap) setelah konfirmasi lahannya negara sudah tersedia,” ucap Boy.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menilai kawasan tersebut memiliki prospek besar sebagai hunian masa depan.
Maka dari itu, kawasan tersebut dinilai cocok dijadikan rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT)
“Nah sehingga kami melihat di sini potensi dan kalau kita lihat nanti calon penghuninya dalam 10-15 tahun ke depan juga growing very fast. Jadi, inilah sebenarnya hunian masa depannya Indonesia sebenarnya,” tutur Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









