Akurat Logo

Menteri Ara Temui Presiden, Laporkan Perkembangan Bedah Rumah dan Rusun Subsidi Meikarta

Andi Syafriadi | 9 Juni 2026, 22:43 WIB
Menteri Ara Temui Presiden, Laporkan Perkembangan Bedah Rumah dan Rusun Subsidi Meikarta
Presiden Prabowo menerima Menteri PKP Maruarar Sirait. Program bedah 400 ribu rumah dan rencana perluasan pada 2027 menjadi salah satu pembahasan utama.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah program prioritas pemerintah di sektor perumahan, termasuk Program Bedah Rumah dan percepatan pembangunan rumah susun subsidi.

Dalam pertemuan itu, Maruarar turut didampingi Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia, Rino Santodiono Donosepoetro.

Berdasarkan keterangan yang diunggah akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Maruarar melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang saat ini menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

Baca Juga: Program Bedah Rumah Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

"Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," tulis Sekretariat Kabinet dalam keterangannya.

Selain itu, Menteri Ara juga melaporkan perkembangan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah di sektor perumahan.

Menurut Sekretariat Kabinet, pembangunan rumah susun subsidi tersebut kini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking.

Tak hanya itu, Maruarar turut menyampaikan rencana penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 guna memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Diminta Perluas Penerima Manfaat Program Bedah Rumah, Bisa Libatkan CSR

"Termasuk rencana penambahan Program Bedah Rumah pada tahun 2027 guna memperluas jangkauan manfaat program bagi masyarakat yang membutuhkan," tulis Sekretariat Kabinet.

Pemerintah menyatakan akan terus mendorong berbagai program prioritas di sektor perumahan.

Upaya tersebut mencakup pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah diakses masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.