Akurat
Pemprov Sumsel

GOTO Belum Mampu Cetak Laba Seperti GRAB, Analis: Lebih Cocok Untuk Trading

M. Rahman | 13 November 2023, 13:35 WIB
GOTO Belum Mampu Cetak Laba Seperti GRAB, Analis: Lebih Cocok Untuk Trading

AKURAT.CO Persaingan ride hailing di tanah air kian memanas usai GRAB berhasil mencetak laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan (EBITDA) sebesar USD29 juta di kuartal III-2023. Sementara GOTO masih menelan EBITDA minus USD59,3 juta di periode yang sama.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai dengan nature bisnis ride hailing dan e-commerce saat ini, pemangkasan biaya atau beban promosi atau sales and marketing berimbas pada penurunan GTV (gross transaction value) karena user akan otomatis pindah ke kompetitor yang masih melakukan promosi.

Celakanya seperti yang sudah disampaikan CEO GOTO Patrick Walujo berung kali, beban promosi (S&M expenses) GOTO memang besar walau sudah menurun di banding tahun lalu. Untuk itu yang bisa dianalisa investor hanya kenaikan GTV dan penurunan kerugian.

Baca Juga: Jadi Aplikasi Tersendiri, GoPay Ingin Akuisisi Pengguna Di Luar GoTo

Wawan menilai GOTO sendiri masih akan terus melakukan diversifikasi usaha ke depan, dan belum terlihat akan profit hingga 3 tahun ke depan. Menurut Wawan perlu dicatat juga bahwa kerugian akan terus memangkas ekuitas/modal, yang artinya aset GOTO terus menurun dan injeksi dana baru dibutuhkan. 

"Saat ini GOTO lebih cocok untuk trading dibanding buy and hold. Dalam jangka pendek katalis perbaikan kinerja bisa mengangkat harga saham GOTO, namun dalam jangka panjang penurunan aset terus menerus juga akan mengikis harga sahamnya," kata Wawan kepada Akurat.co, Senin (13/11/2023).

Sebelumnya, CEO GOTO Patrick Walujo sempat mengatakan membalikkan keadaan agar GOTO mencetak EBITDA positif tidaklah terlalu sulit. Yang lebih menantang justru mempertahankan keberlangsungan bisnis ke depan.

Menurutnya, begitu lini bisnis On Deman Service (ODS) GOTO atau Gojek dan lini bisnis e-commercee GOTO yakni Tokopedia menghentiman promosi, ekstremnya keesokan hari EBITDA GOTO bisa berbalik positif.

Patrick menilai, jika perseroan memangkas biaya promosi, dampaknya bakal terasa pada transaksi pada lini bisnis dimana kompetitor akan pesta pora karena konsumen bakal langsung berpindah ke mereka.

Hal tersebut sudah terjadi pada kuartal sebelumnya, dimana nilai transaksi perseroan merosot karena pengurangan promosi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa